|
Minggu, 18 Juli 2010
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:37
Kotawaringin Barat
|
JIKA MUI kini kembali merevisi fatwa sebelumnya (Fatwa MUI No 3/2010 tentang arah kiblat, yang diterbitkan pada Maret 2010), bukan berarti MUI tidak tegas menentukan arah kiblat. Seiring dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan alat ukur yang makin canggih, MUI pun dipaksa terus memperbaiki metode pengukurannya sehingga memberi ketenangan pada umat muslim dalam menjalankan salat. Read more
|
|
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:35
Kotawaringin Barat
|
AKHIRNYA masalah kerusakan jalan sepanjang 8 km menuju Pelabuhan Tanjung Kalaf, yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat dan sejumlah pengusaha kelapa sawit, mulai menemui titik cerah. Masalah itu mulai teratasi setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan tujuh pengusaha kelapa sawit, kemarin, sepakat untuk membiayai secara bersama perbaikan jalan tersebut. Read more
|
|
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:34
Kotawaringin Timur
|
AKSI pemortalan akses menuju perkebunan sawit PT Agro Bukit, Kota- waringin Timur (Kotim) terus berlanjut. Pemortalan meningkat menjadi tindak kekerasan. “Seorang Estate Manager Eko Purwantoko dihajar oleh sekelompok pemortal. Wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya luka-luka. Sekarang yang bersangkutan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan dan diambil visum,” papar Manager Human Resources Developmant PT Agro Bukit Eko Agung Prasetio di hadapan anggota Read more
|
|
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:33
Kotawaringin Timur
|
PERUSAHAAN Listrik Negara (PT PLN) Ranting Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2011 akan mendapatkan tambahan daya sebesar 30 megawatt (MW). Penambahan daya tersebut merupakan hasil interkoneksi jaringan kabel pembangkit listrik dari Asam-Asam Banjar Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Kotim. Read more
|
|
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:32
Kotawaringin Timur
|
ILLEGAL logging atau pembalakan liar menyebabkan lahan di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah mengalami kerusakan sebesar 11% dari total tanah seluas 568.700 hektare (ha) Sumantri, Kepala Balai Taman Nasional Sebangau menyebutkan, pembalakan liar menjadi penyebab utama kerusakan, disusul kebakaran hutan. Read more
|
|
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:24
Palangkaraya
|
|
KENAIKAN harga bahan kebutuhan pokok di Kota Palangkaraya semakin tidak terkendali. Pemerintah Kota (Pemkot) setempat diminta segera mengatasi hal ini dengan membuat kebijakan tertentu seperti pengamanan stok dan operasi pasar. Ketua DPRD Kota Palang-karaya Sigit Karyawan Yu-nianto mengungkapkan, ke-naikan harga bahan kebutuhan pokok di Ibu Kota Kalimantan Tengah sudah memberatkan masyarakat. Read more
|
|
|
Minggu, 18 Juli 2010 00:20
Palangkaraya
|
|
HUTAN di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah yang rusak sekitar 66 ribu hektare (ha) akibat terbakar dan penebangan liar perlu dilindungi oleh pemerintah dan semua pihak yang peduli terhadap kawasan tersebut. "Hutan gambut terbesar seluas 568.700 ha itu perlu dilestarikan lagi, dan kami mengajak semua pihak ikut menjaga kawasan itu," ujar Koordinator World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia Kalimantan Tengah Rosenda CH Kasih di Palangkaraya, kemarin. Ia menyebutkan, kawasan konservasi itu rusak karena terbakar dan pembalakan liar antara tahun 2002 Read more
|
|
Kapuas
AMPLANG. Masyarakat Kalimantan pasti mengenal camilan sejenis kerupuk ini karena amplang merupakan salah satu makanan khas di Kalimantan. Penasaran nggak sih Kalian dengan cara pembuatan amplang? Nah, kali ini teman-teman kita dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Raja Pangkalan Bun, yakni Maulidia Arianti Santoso, Rifka Valentina, dan Anugrah Agung Saputra mengunjungi industri rumah tangga amplang milik Ibu Utin Munawati yang ada di........
|
| |