|
Newsflash
|
|
Kamis, 08 Juli 2010 01:58 |
MARAKNYA berita dan informasi mengenai kecelakaan yang disebabkan meledakanya tabung gas elpigi 3 kilogram (kg), tidak berdampak terhadap kunsumsi gas elpiji di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Menurut Kristina, pemilik Toko Berkat Usaha, penjualan gas elpiji 12 kg, sejauh ini tidak mengalami perubahan. Penjualan tetap normal seperti sebelum ada isu tabung gas palsu. "Sejauh ini tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan dan pemakaian elpiji di sini. Buktinya dari sekitar 30-40 tabung 12 kg yang kami jual, semuanya habis," ujarnya. Bahkan, lanjut dia, pada momen-momen tertentu, tokonya bisa kehabisan stok. "Dalam satu bulan bisa dua kali kita memesan dan itu juga selalu habis," akunya. Hal senada juga diungkapkan pemilik Toko Liana Koh Pingkho. "Kekhawatiran pelanggan tidak terlalu ya kalau di sini, karena kita juga selalu mengingatkan kepada pelanggan pemakai gas untuk berhati-hati dan memeriksa keamanan tabung yang mereka beli. Dengan langkah itu maka keselamatan bisa terjamin," ucapnya. Menurut Pingkho, dirinya dalam satu bulan masih bisa menjual sekitar 30 tabung gas. "Kuncinya adalah kita bisa meyakinkan kepada pelanggan bahwa produk kita aman karena resmi," ucapnya. (NS/B-3)
|