|
Kotawaringin Barat
|
|
Jumat, 12 Maret 2010 23:52 |
SEJUMLAH petani khususnya petani kelapa sawit dan karet mengeluhkan susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Kesulitan mendapatkan pupuk diduga terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga pupuk. Petani mengaku, pupuk yang berhasil mereka peroleh tidak sesuai dengan luas lahan yang mereka miliki.
"Saya hanya bisa membeli separuh dari kebutuhan pupuk yang diperlukan. Selebihnya, saya terpaksa beli di luar, tentunya dengan harga nonsubsidi," keluh seorang petani kelapa sawit yang tidak mau disebutkan namanya, kemarin. Dia menjelaskan untuk kebun seluas empat hektare miliknya, dia membutuhkan sedikitnya enam atau tujuh sak. Namun, dia hanya diizinkan membeli pupuk sebanyak dua sak oleh pengecer pupuk bersubsidi. Pengecer pupuk bersubsidi di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat Mulyono mengatakan dirinya hanya menyalurkan pupuk sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. "Aturannya adalah pupuk bersubsidi diutamakan untuk disalurkan kepada para petani tanaman pangan. Itupun harus sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan," kata Mulyono. (CR-18/B-2)
|