REDD+ bukan Solusi Iklim
Palangkaraya
Minggu, 25 Juli 2010 00:33
MEKANISME baru dalam skema pendanaan hutan atau REDD Plus (REDD+) bukan menjadi solusi untuk mengatasi perubahan iklim.
"REDD+ bukan solusi pengurangan emisi global, walaupun mekanisme tersebut sudah menuntut konservasi, pengelolaan hutan lestari, dan peningkatan cadangan-cadangan karbon hutan," kata Arie Rompas, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah (Kalteng), kemarin.
Menurutnya, REDD+ bisa dianggap membantu Indonesia menjaga, merawat,dan melindungi kawasan hutan dan gambut yang masih tersisa. Namun mekanisme itu tidak menjawab permasalahan lingkungan global.
Dikatakannya, selama negara maju tidak mengubah gaya hidup dan masih menyumbang sejumlah besar emisi dari industrinya, tingkat emisi global akan tetap tinggi dan perubahan iklim akan terus terjadi.
Karena itu tidak adil ketika negara maju berjanji mendanai pelestarian hutan di negara berkembang, tapi juga terus menghasilkan emisi untuk keperluan produksinya seperti menanam modal pada usaha tambang dan perkebunan sawit skala besar.
Keadilan iklim adalah ketika semua negara merubah pola hidup yang terlalu konsumtif menjadi lebih arif dalam pengelolaan alam, negara maju menurunkan kadar emisi mereka dan negara berkembang menjaga lingkungannya secara bijaksana.
"Mekanisme pembayaran REDD+ juga masih belum jelas," imbuhnya.(Ant/P-2)
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Kapuas

Mengintip Pembuatan Amplang

AMPLANG. Masyarakat Kalimantan pasti mengenal camilan sejenis kerupuk ini karena amplang merupakan salah satu makanan khas di Kalimantan.

Penasaran nggak sih Kalian dengan cara pembuatan amplang? Nah, kali ini teman-teman kita dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Raja Pangkalan Bun, yakni Maulidia Arianti Santoso, Rifka Valentina, dan Anugrah Agung Saputra mengunjungi industri rumah tangga amplang milik Ibu Utin Munawati yang ada di........

 
 

kalendar berita

< Juli 2010 >
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24
26 27 28 29 30 31  
Berita Rakyat Kalimantan