Takut Gas Elpiji Beralih Kekayu Bakar
Sukamara & Lamandau
Rabu, 28 Juli 2010 00:43
HARI masih pagi, Miyah, 43, telah sibuk di dapur rumahnya yang hanya berdinding kayu.
Sambil sedikit terpejam karena melawan pedihnya kepulan asap, ia tetap semangat menyiapkan menu sarapan untuk suami, kedua anak, dan satu orang menantunya.
Kepulan asap itu berasal dari tungku yang digunakan Miyah. Maklum pagi itu dia memasak menggunakan kayu bakar.
Sejak maraknya pemberitaan di media massa cetak maupun elektronik mengenai ledakan tabung gas elpiji, Miyah mulai beralih menggunakan kayu bakar. Dia mengaku, ketakutan menggunakan elpiji. 
Apalagi, elpiji yang ia miliki didapat dari pemberian orang. Oleh karena itu, ia lebih memilih mengumpulkan ranting di sekitar kebunnya untuk dijadikan kayu bakar.
Baginya, kengeriaan pemberitaan di televisi menjadi alasan utama dirinya beralih dari elpiji ke kayu bakar. Kayu bakar dipilih  karena minyak tanah susah didapat dan harganya terkadang malah melebihi bensin dan solar.
“Saya tidak keberatan mencari kayu tiap sore di sekitar kebun. Kan di sana banyak tunggak (akar pohon yang sudah mati) yang lumayan besar. Sekali congkel bisa untuk beberapa hari,” ungkapnya.
Meski sudah banyak ibu rumah tangga yang beralih menggunakan kayu bakar, banyak pula yang masih memilih menggunakan elpiji.
Terbukti angka penjualan elpiji di wilayah Sukamara tidak mengalami penurunan.
Wilson, pemilik usaha penjualan elpiji di Jalan Tjilik Riwut Sukamara mengatakan, sampai saat ini, dirinya rata-rata menjual 50 tabung elpiji per bulan. Sama seperti hari-hari sebelumnya. (Rowi Krisna/B-3)
Comments
Add New Search
Suyuti Syamsul (125.167.242.xxx) 2010-07-31 21:21:43

Banyak kecelakaan tabung gas lebih banyak disebabkan persoalan budaya. Pemerintah tidak mempersiapkan masyarakat dari budaya memakai minyak tanah atau kayu bakar yang relatif lebih aman dari bahaya ledakan. Akibat ketidak siapan budaya tersebut mereka cenderung mengabaikan tanda2 munculnya bahaya dari tabung gas.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Kapuas

Mengintip Pembuatan Amplang

AMPLANG. Masyarakat Kalimantan pasti mengenal camilan sejenis kerupuk ini karena amplang merupakan salah satu makanan khas di Kalimantan.

Penasaran nggak sih Kalian dengan cara pembuatan amplang? Nah, kali ini teman-teman kita dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Raja Pangkalan Bun, yakni Maulidia Arianti Santoso, Rifka Valentina, dan Anugrah Agung Saputra mengunjungi industri rumah tangga amplang milik Ibu Utin Munawati yang ada di........

 
 

kalendar berita

< Juli 2010 >
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 29 30 31  
Berita Rakyat Kalimantan