Perempuan 20 Tahun Ditemukan Tewas di Lapangan Voli Desa Merah Kotim
Sebelumnya, korban sempat berpamitan dan meminjam sepada motor temannya untuk mengecek Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Luwuk Sampun.
Koresponden
Sebelumnya, korban sempat berpamitan dan meminjam sepada motor temannya untuk mengecek Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Luwuk Sampun.
Video berdurasi 30 menit yang direkam oleh warga itu?memperlihatkan dua remaja sedang melakukan hungungan intim di sebuah kamar.
Dua pria tersebut berinisial A dan Y terlibat perkelahian dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.
"Dari hasil keterangan sementara, tiga hari sebelumnya korban dengan kenalannya ini sempat bertengkar dan mengancam akan bunuh diri," kata Kapolsek Baamang AKP Mochammad Romadon, Senin, 29 September 2025.
Dari informasi yang didapat korban pertama kali ditemukan oleh sang pacar berinisial E yang curiga beberapa hari tidak ada kabar sejak. Kemudian, ia mendatangi ke barak tempat tinggal korban di barak tersebut.
Kejadian itu berawal saat empat orang pelaku berinisial AR (32), R(23), AH (42) dan ZM (24) mengangkut tiga buah batang tiang optik menggunakan mobil Suzuki Carry warna putih melintas di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.
Korban saat itu tengah berjalan kaki menuju rumah setelah pulang dari masjid menunaikan sholat subuh di Jalan Tjilik Riwut, Desa Sungai Paring.
BORNEONEWS, Sampit - Sungguh malang nasib seorang berinisial A (50) yang harus tewas di tangan anak kandungnya sendiri di Desa Agung Mulya, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur…
Dari informasi yang didapat pelaku berinisial P berusia 18 tahun, saat ini perempuan tersebut masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Hingga saat ini belum diketahui siapa orang tua bayi tersebut dan penyebab hingga menelantar bayi yang baru dilahirkan ini.
Pertandingan futsal antar Instansi OPD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang mempertemukan Damkar melawan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) berjalan sengit dan tensi tinggi.
Dari informasi yang dihimpun Muhammad Fadel ditemukan saat berada di Kalimantan Selatan pada hari Senin, 15 September 2025.
Penumpang KM. Dharma Rucitra VI berinisial SO yang loncat dari kapal di temukan warga dalam keadaan meninggal dunia di pinggir pantai Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, Jumat, 5 September 2025.
Akibat kekerasan oleh suaminya, RA mengalami lebam di pergelangan tangan kanan, pada bahu kanan dan pada dada terdapat bekas cakar kuku
Multazam Kepala BPBD Kotim mengatakan di hari ketiga yakni Rabu, 3 September 2025, pihaknya meminta bantuan masyarakat sekitar pesisir untuk mencari korban.
Korban saat itu mengendarai sepada motor seorang diri, berniat hendak pulang ke rumah setelah bekerja
"Pengakuan pelaku uang hasil penjualan sepada motor itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,"
Saat ini pelaku telah diamankan dan masih menlajani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Ketapang untuk mempertangtung jawabkan perbuatannya
Sebelum, melompat ke laut korban mendapat perawatan oleh mentri kapal karena mengamali kesakitan
Posisi korban lompat ke laut di 03?18.087'E/113?05.295'E dengan jarak kurang lebih 15 mil dari OB Sampit