Penghasilan Menurun Akibat Kabut Asap, Motoris Kelotok Dapat Bantuan Bupati Kotim
"Kami juga dengan Forkopimda menyerahkan bantuan juga untuk masyarakat kita, khususnya motoris kelotok. Karena selama ini mereka terimbas,"
Tag
"Kami juga dengan Forkopimda menyerahkan bantuan juga untuk masyarakat kita, khususnya motoris kelotok. Karena selama ini mereka terimbas,"
Sejumlah warga melaporkan, kondisi tersebut membuat aktivitas feri tidak bisa berlangsung lancar. Awak kapal harus mempertimbangkan keselamatan penyeberangan karena kabut asap menghalangi pandangan di sepanjang jalur sungai.
Dengan ornamen khas Dayak, seorang Mantir memimpin prosesi pemenuhan hukum adat pernikahan di sebuah ballroom hotel. Sebagian besar tamu yang hadir tampak tetap mengenakan masker. Pemandangan itu menjadi ironi tersendiri: sebuah prosesi sakral yang semestinya berlangsung khidmat justru harus berjalan di tengah kondisi udara yang mengganggu pernapasan.
Akibat jarak pandang hanya 5 meter di Kota Sampit membuat beberapa kecelakaan, sebuah minubus terlibat kecelakaan tunggal menabrak di bundaran 0 kilometer, karena kabut asap yang tebal.
"Innalillahi banyak tabrakan di jalan efek kabut, hati-hati dalam berkendara. Laka di Jl. Gubernur Syarkawi dan sekitarnya,"
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan data tersebut tercatat dalam dashboard pemantauan karhutla BPBD Damkar. Selain jumlah kejadian dan luas lahan terbakar, sistem tersebut juga mencatat 1.799 titik panas atau hotspot yang menjadi bagian dari pemantauan kebakaran di wilayah setempat.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Seruyan membagikan masker kepada pengendara dan warga yang melintas. Aksi ini menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
Raihansyah meminta motoris tidak mengabaikan kondisi cuaca dan jarak pandang selama perjalanan, terutama ketika kabut asap mulai menebal pada sore hari.
Kabut asap yang terus bertahan menjadi persoalan serius karena berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kondisi ini juga memperpanjang kekhawatiran warga terhadap paparan asap, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Pengamat Ekonomi yang juga dosen Universitas Kristen Palangka Raya, Rawing Rambang, mengatakan pengendalian inflasi harus dilakukan dengan memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis tetap terjaga di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Menurut Ria, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan terakhir. Aktivitas masyarakat yang berkurang akibat asap membuat pembeli obat tradisional ikut menurun.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat, 2 Oktober 2026, di perairan DAS Kapuas. Tongkang TK Fadlun 9908 yang ditarik kapal tunda TB Fadlun 9907 menyenggol kapal feri Desa Lamunti hingga menyebabkan sisi lambung kanan kapal mengalami kerusakan dan kebocoran.
Sejak pagi, asap berwarna kekuningan tampak mengepung sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di beberapa ruas jalan terlihat berkurang, sementara aroma asap kembali tercium di tengah aktivitas warga.
Pantauan Borneonews di sejumlah ruas jalan utama Kuala Kapuas, seperti Jalan Ahmad Yani, Tambun Bungai dan Pemuda, menunjukkan jarak pandang cukup terbatas. Dalam kondisi tertentu, jarak pandang di sejumlah titik diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 30 meter.
BORNEONEWS, Sampit – Kota Sampit masih terus diselimuti asap. Menjelang sore, kabut asap terlihat semakin tebal di sejumlah ruas jalan utama hingga membuat warga mengeluhkan mata pedih dan…
Berdasarkan Laporan Harian SIRINE Karhutla Kalteng per 19 September 2026, laporan BMKG pukul 15.00 WIB mencatat jarak pandang hanya 0,1 kilometer di Buntok dan Muara Teweh.
Salat istisqa dilaksanakan di Lapangan Rutan Tamiang Layang mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan untuk meredakan kemarau sekaligus membantu mengurangi kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara.
Prakirawan BMKG Stamet H Asan Kotim, Rahmat Wahidin Abdi, mengatakan kabut asap terutama dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut diperparah awan yang cukup tebal dan kecepatan angin yang rendah.
Kabut asap tersebut memang sudah dirasakan sekitar sebulan terakhir. Namun hari ini kabut nampak aneh karena bertahan hingga siang hari.?
Dasuki mengatakan kondisi cuaca dan kabut asap yang berubah-ubah membuat sekolah perlu menyesuaikan waktu pembelajaran. Jika sebelumnya pukul 07.30 kondisi masih memungkinkan untuk pembelajaran, namun hati ini pada waktu yang sama kabut asap masih terlihat.