BORNEONEWS, Kasongan – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta posko pemadaman di Kabupaten Katingan, Selasa, 27 Oktober 2026.
Peninjauan difokuskan di dua titik prioritas, yakni Desa Hampangen dan Bukit Batu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan karhutla sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan.
Kapolda Kalteng mengatakan Kabupaten Katingan menjadi salah satu dari enam daerah prioritas penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah. Penetapan tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor, di antaranya luas lahan gambut dan riwayat kejadian karhutla pada tahun-tahun sebelumnya.
"Hari ini saya melaksanakan peninjauan di beberapa wilayah di Kabupaten Katingan untuk melihat bagaimana perkembangan penanganan karhutla. Karhutla ini sudah kita tangani selama beberapa bulan. Musim kemarau sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Mei, namun peningkatan aktivitas karhutla baru mulai berdampak menjelang akhir Agustus," ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Katingan dan Bupati Katingan atas koordinasi penanganan karhutla yang dinilai berjalan baik.
Namun, menurutnya, dukungan terhadap para relawan masih perlu diperkuat agar mereka tetap bersemangat dalam membantu upaya pemadaman di lapangan.
"Secara umum koordinasi sudah berjalan baik. Tinggal para relawan yang mungkin perlu kita tambah dukungannya supaya mereka lebih bersemangat dalam bertugas. Solusi atas kendala-kendala di lapangan nantinya akan saya koordinasikan lebih lanjut dengan Bapak Gubernur maupun di internal Polri," katanya.
Meski sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya dan Katingan, diguyur hujan dalam dua hari terakhir, Kapolda mengingatkan bahwa kabut asap belum sepenuhnya hilang.
Ia menginstruksikan Kapolres Katingan untuk memanfaatkan aplikasi pemantauan berbasis satelit NASA guna mendeteksi titik api bawah atau smoldering pada lahan gambut. Langkah tersebut diharapkan membuat proses pemadaman lebih fokus dan efektif.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, Polda Kalteng juga mendapat tambahan Bawah Kendali Operasi (BKO) sebanyak 300 personel Satbrimob berdasarkan instruksi Kapolri.
Personel tersebut telah disebar, terutama ke enam daerah prioritas penanganan karhutla dan sejumlah kawasan strategis, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Setelah Katingan, Kapolda Kalteng dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak lainnya, yakni Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, guna memastikan penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan terpadu.(ABDUL GOFUR/adm)









