BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memastikan layanan pengobatan dan pendidikan gratis hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP) bagi masyarakat yang tidak mampu.
"Karena kita menganggarkan biaya berobat untuk warga Kotawaringin Timur itu semua kita tanggung pengobatan, termasuk pendidikan sampai ke SMP itu kita gratiskan," kata Halikinnor, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia meminta masyarakat aktif melaporkan warga kurang mampu, lansia yang hidup sendiri, orang sakit, hingga anak yang terancam putus sekolah agar segera mendapatkan perhatian.
Pemerintah daerah membutuhkan informasi langsung dari masyarakat untuk mengetahui warga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun membutuhkan pertolongan. Karena itu, lurah, kepala desa, serta pengurus RT dan RW diminta rutin memantau kondisi warga di lingkungan masing-masing.
"Saya juga sering mengimbau lewat lurah, kepala desa, lewat RT/RW agar juga memonitor masyarakat kita di sekitar karena yang lebih tahu Pak RT," ujarnya.
Ia mencontohkan seorang perempuan berusia 74 tahun di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang membutuhkan perhatian karena tinggal sendiri dan sedang sakit.
Warga dengan kondisi tersebut harus segera dilaporkan agar pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kebutuhan bantuan yang diperlukan.
"Saya juga mengingatkan itu kalau ada orang tua jompo, seperti kemarin kejadian di Mentawa Baru Ketapang, ada orang tua sudah tua 74 tahun, sakit lagi, tidak punya keluarga lagi, tolong dilaporkan ke kita," katanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada warga yang sampai kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari tanpa mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar.
"Jangan sampai ada warga kita itu karena kesulitan ekonomi sampai, mohon maaf, bisa sampai tidak makan. Maka kita yang makan ini berdosa, terutama tetangga-tetangganya kalau memang ada warga kita yang sampai tidak makan, kita kenyang, tetangga kita lapar, itu kita kena dosa," tuturnya.
Halikinnor mengakui, pemerintah daerah tidak dapat mengetahui seluruh persoalan warga tanpa dukungan informasi dari masyarakat. Karena itu, ia turut mengajak media untuk menyampaikan laporan apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan.
Informasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan, baik bagi warga yang membutuhkan pengobatan, keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, maupun anak-anak yang terancam berhenti sekolah.
"Saya juga berdosa nanti, tapi saya tidak mungkin bisa mengetahui semua tanpa informasi dari masyarakat. Jadi tolong juga termasuk media, kalau ada menemukan, informasikan ke kita secepatnya. Sehingga kita bisa ikut membantu yang bersangkutan, termasuk anak putus sekolah, orang sakit, itu tolong diinformasikan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









