BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyerahkan bantuan sembako kepada 61 motoris kelotok yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami juga dengan Forkopimda menyerahkan bantuan juga untuk masyarakat kita, khususnya motoris kelotok. Karena selama ini mereka terimbas," kata Halikinnor, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dirinya bersama Wakil Bupati Irawati, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, perwakilan dari Kodim 1015/Sampit, Penjabat Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah menyerahkan bantuan tersebut di Kantor UPTD Dermaga.
Ia menjelaskan, kabut asap membuat anak-anak yang biasanya menyeberang dari Mentaya Seberang untuk bersekolah di Sampit harus mengikuti pembelajaran jarak jauh. Kondisi itu turut mengurangi aktivitas penyeberangan dan berpengaruh terhadap pendapatan para motoris kelotok.
"Selama kabut asap ini, anak-anak yang biasanya dari seberang itu sekolah ke Sampit, akhirnya belajar jarak jauh karena asap. Jadi, mereka juga terdampak karhutla," ujarnya.
Motoris kelotok menjadi salah satu kelompok masyarakat yang merasakan dampak karhutla secara tidak langsung. Berkurangnya perjalanan anak sekolah dari wilayah Seranau menuju Sampit membuat aktivitas angkutan sungai tidak seramai biasanya.
Bagi motoris yang mengandalkan jasa penyeberangan sebagai sumber penghasilan, perubahan aktivitas tersebut berpengaruh terhadap pemasukan harian mereka. Bantuan sembako yang disalurkan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok motoris.
Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah berupaya memperhatikan masyarakat yang mengalami dampak ekonomi akibat kabut asap. Sekitar 61 motoris kelotok telah menerima bantuan dalam penyaluran tersebut.
Selain motoris kelotok, Halikinnor juga menyoroti kelompok pekerja lain yang berpotensi mengalami penurunan penghasilan akibat kondisi karhutla, termasuk pengemudi ojek.
"Kita juga tidak menutup mata kepada misalnya tukang ojek yang juga berpengaruh. Yang terkait juga akan nanti kita pertimbangkan untuk diberikan bantuan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









