Karhutla Harian Kalteng Turun Tajam, Akumulasi Kerugian Tahun Ini Terus Bertambah
Jumlah bangunan rusak sedang, rusak ringan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jalan, dan jembatan yang terdampak tercatat tidak berubah dari data sebelumnya
Koresponden
Jumlah bangunan rusak sedang, rusak ringan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jalan, dan jembatan yang terdampak tercatat tidak berubah dari data sebelumnya
Sebanyak 128 kebakaran permukiman terjadi di Kalimantan Tengah hingga 29 September 2026. Palangka Raya mencatat kasus terbanyak dengan 42 kejadian.
Agustiar mengingatkan murid agar tidak melakukan perundungan terhadap orang lain hanya karena memiliki kondisi kehidupan yang berbeda
Di tengah kondisi tersebut, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah tetap mengerahkan 13.744 personel gabungan untuk penanganan karhutla.
Kategori merah pada FFMC menunjukkan alang-alang dan dedaunan yang menutupi lantai hutan berada dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar
Kepala UPT BPPB TPH, Isnawati, menyampaikan diseminasi teknologi pada unit kerjanya mengacu pada Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 44 Tahun 2017 Pasal 16.
Peserta magang terdiri dari 33 siswa SMKN Katingan Kuala, sembilan siswa SMKN Bataguh, dua siswa SMKS Budi Mulya, satu siswa SMKN Cempaga Hulu dan tujuh mahasiswa UPR
Diseminasi tersebut ditujukan kepada petani, penangkar benih, akademisi, pelajar atau mahasiswa dan masyarakat.
Rasya merupakan murid SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang meraih Juara 3 Nasional LKTI Tingkat SMA/Sederajat dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026.
Pesan tersebut disampaikan melalui Kelas Digital Huma Betang dari Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
Kegiatan tersebut terhubung melalui TV Kalteng di tengah pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prestasi tersebut diraih Rasya dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 setelah mengikuti kompetisi yang berlangsung mulai 1 hingga 18 September 2026.
Selain bantuan pangan, pemerintah memberikan dukungan melalui KHBS untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi yang terjadi, termasuk dampak kabut asap akibat karhutla.
Distribusi tersebut mencakup Kota Palangka Raya, Barito Utara, Barito Timur, Pulang Pisau, Lamandau, Seruyan, Katingan, Kotawaringin Barat, Gunung Mas, Kapuas dan Sukamara.
Agustiar Sabran meminta jajaran pemerintah memastikan warga terdampak memperoleh pelayanan dan bantuan sesuai kebutuhan
Hal tersebut disampaikan saat Gubernur menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menyampaikan KHBS merupakan salah satu program prioritas Gubernur Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Setelah melalui tahapan penilaian dan seleksi, pengumuman pemenang tingkat Polda dilaksanakan pada 22 September 2026, sebelum pengumuman tingkat Pusat pada 25 September 2026.
Sebanyak 500 paket bantuan pangan disalurkan dalam kegiatan tersebut, masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.
Hal tersebut disampaikan saat Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Huma Betang Sejahtera kepada masyarakat Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya.