Wakil Wali Kota Palangka Raya Pimpin Rakor Terbatas TPID
Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah membuka rapat koordinasi terbatas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang Peteng Karuhei II, Selasa 13 Oktober 2020.
Tag
Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah membuka rapat koordinasi terbatas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang Peteng Karuhei II, Selasa 13 Oktober 2020.
Inflasi Kalimantan Tengah pada bulan Agustus relatif rendah dan stabil, secara tahunan. Sementara realisasi pendapatan maupun belanja Pemerintah Daerah lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemkab Katingan mengikuti rapat? desiminasi kajian komoditas penyumbang neraca pangan dan rantai pasok komoditas penyumbang inflasi TPID se Kalimantan Tengah, Selasa, 25 Agustus 2020.?
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan bahwa inflasi pada triwulan III tahun 2020 diperkirakan meningkat.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri rapat koordinasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi serta penyerapan anggaran tahun 2020.
Inflasi ini didorong oleh tekanan harga komoditas daging ayam ras yang menyumbang 0,25 persen, bawang merah 0,04 persen dan ikan lele 0,03 persen
Bank Indonesia (BI) menegaskan?inflasi?Indeks Harga Konsumen Juni 2020 yang rendah dipengaruhi inflasi inti atau?core inflation?yang melambat menjadi 0,02 persen dari 0,06 persen (mtm) pada Mei lalu.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau KPwBI Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan bahwa inflasi Kalteng selama tiga bulan belakangan meningkat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau KPwBI Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan bahwa emas perhiasan beri andil besar pada tingkat inflasi pada tiga bulan belakangan.
Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,22 persen
Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan rekomendasi penanganan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Terutama terkait daya beli masyarakat dan inflasi yang harus tetap dijaga di masa pandemi Covid-19.
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan bahwa merebaknya virus corona pada masa pandemi Covid-19 menjadi penyebab menurunnya tingkat konsumsi masyarakat dan mengakibatkan inflasi Kalteng dangkal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat inflasi Mei 2020 yaitu hanya sebesar 0,07 persen (month to month) atau 2,19 persen (year on year).?
Sejumlah ekonom memperkirakan laju?inflasj?sepanjang April 2020?lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya menyusul diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan terjaganya pasokan pangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2020 sebesar 0,10 persen. Dengan demikian, inflasi tahun kalender Maret 2020 sebesar 0,76 persen. Sementara itu, inflasi tahunan Maret 2020 sebesar 2,96 persen.
Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan mengatakan bahwa menanam menggunakan polybag memiliki banyak keunggulan, seperti tanaman cabai.
Komoditas cabai?menjadi salah satu yang penyumbang inflasi setiap bulannya selain daging-dagingan dan bawang. Padahal, menurut Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan menanam cabai relatif mudah dan bisa dilakukan pada tiap-tiap rumah tangga.
Sejumlah ekonom yakin?inflasi?awal tahun bakal terjaga meskipun ada kenaikan?administered prices.
Program Obor Pangan Lestari (OPAL) di pekarangan kantor dan rumah bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan inflasi. Terutama dengan tanaman sayuran yang sering menjadi pemicu inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi sepanjang 2019 sebesar 2,72 persen karena pemerintah mampu menjaga stabilitas harga terutama komoditas yang harganya diatur pemerintah (administered prices).