Inflasi di Sampit Dipengaruhi Oleh Kelompok Bahan Makanan dan Kesehatan
Inflasi 0,66 persen menjadikan kota Sampit mengalami kenaikan indeks harga dari 138,61 pada Maret 2019 menjadi 139,52 pada April 2019
Tag
Inflasi 0,66 persen menjadikan kota Sampit mengalami kenaikan indeks harga dari 138,61 pada Maret 2019 menjadi 139,52 pada April 2019
Inflasi di Palangka Raya dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok bahan makanan 1,11 persen, kesehatan 0,44 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,41 persen, dan sandang 0,36 persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai daerah Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat layak menjadi pengukuran inflasi.
Disperindag Kalteng bekerja sama dengan Bulog telah melakukan penyetokan beras dalam jumlah banyak. Selain melakukan stok beras, Disperindag dengan Bank Indonesia (BI) juga memantau harga beras di pasar besar dan mendata bahwa harganya relatif normal.
Puncak inflasi yang terjadi selama Desember 2018 di Palangka Raya (1,07%) menurun secara konsisten hingga Maret 2019.
Komponen inflasi inti (core inflation) memengaruhi menurunnya indeks harga di Palangka Raya 0,05%, namun mendorong meningkatnya indeks harga di Sampit 0,09%.
Deflasi di Palangka Raya didominasi menurunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan (0,31persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,04 persen), dan kesehatan (0,03 persen).
Inflasi Kalteng secara keseluruhan pada 2018 tercatat sebesar 4,52% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan capaian inflasi 2017 sebesar 3,18% (yoy).
Berkurangnya minat masyarakat terhadap transporasi udara ini karena mahalnya harga tiket pesawat dalam beberapa minggu terakhir.
Pada Februari 2019 harga beras di kota Sampit mengalami sedikit kenaikan karena kenaikan harga di tingkat penggilingan
Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng, Setian menerangkan, normalnya harga ayam ras tersebut dikarenakan permintaan masyarakat menurun.
Selain itu, pemicu inflasi di Sampit berasal dari bawang merah (0,10 persen) dan beras (0,05 persen).
Kota Sampit juga mengalami inflasi sebesar 0,34 persen di bulan januari. Ada kenaikan indeks harga dari 139,06 (Desember 2018) menjadi 139,53 (Januari 2019).
Inflasi tersebut terjadi terutama karena dipengaruhi meningkatnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebanyak 1,32%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,92%.
Bulog Kalteng sudah menyetok beras sebanyak 7.900 ton dan diperkirakan cukup untuk tujuh bulan ke depan.
Tingginya inflasi yang terjadi di Sampit, yakni sebesar 1,47% selama Desember menjadikannyb sebagai peringkat 6 kota inflasi tertinggi tingkat nasional.
Kontribusi terhadap tingkat inflasi ini didominasi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 3,49% dan bahan makanan 2,05%.
Selama November 2018, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami penurunan 0,35 poin.
Selama November 2018, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi 0,02% di Kota Palangka Raya dan deflasi 0,16% di Kota Sampit.
Selama bulan November 2018, sebanyak 70 kota di Indonesia mengalami infasi dan 12 kota mengalami deflasi.