Kecelakaan Lalu Lintas Tewaskan Anggota Intel Polres Kotim
Belum diketahui kronologis kejadian itu. Kecelakaan diduga melibatkan anggota polres itu dengan pengendara motor lainnya.
Tag
Belum diketahui kronologis kejadian itu. Kecelakaan diduga melibatkan anggota polres itu dengan pengendara motor lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi di km 56 Desa Jabiren Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau tersebut sekitar jam 05.00 WIB WIB. Saat itu, korban menggunakan motor Honda Vario warna merah bernomor polisi KH 4996 YC dari Palangka Raya.
Ewo Jatmiko (25 tahun), pemuda lulusan kedokteran beridentitas warga Jalan Nangka Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, tewas diduga akibat kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas kalimantan, Senin (26/3/2018).
Lantaran kelalaiannya Sen (34) menewaskan pasangan suami istri Yedius dan Budiana. Sendi merupakan sopir dump truk milik perusahaan sawit PT MAS. Tersangka beralasan, ia menabrak korban karena tidak sempat mengerem kendaraannya.
Pemulung yang tewas bernama Marjani, 60. Sebelum kejadian, perempuan yang tinggal tidak jauh dari TPA itu tengah memulung sampah.
Keluarga 3 penambang emas ilegal yang tewas tertibun tanah longsor di lokasi tambang emas ilegal Desa Karya Unggang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing (TSG) Kabupaten Katingan tidak menuntut terhadap kepala kerja atas kejadian itu.
Sebanyak 3 warga Jawa Barat tewas sekaligus akibat tertimbun longsoran tanah di lokasi pertambangan emas ilegal di Desa Karya Unggang Km 31 Kecamatan Tewang Sanggalang Garing (TSG), Katingan.
Seorang perempuan yang sedang memulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Tjilik Riwut Km 14 Palangka Raya tewas mengenaskan setelah kesambar bucket excavator, Senin (19/3/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Palangka Raya, Rawang, menyebut sudah sering mengimbau pemulung agar menjaga jarak dengan…
Sesaat setelah insiden yang menewaskan pemulung perempuan bernama Marjani, 60, Senin (19/3/2018) sekitar pukul 10.30 WIB, sejumlah pegawai Disperkim langsung mendatangi lokasi kejadian.
Hal ini untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden seorang pemulung perempuan Marjani (60) yang tewas mengenaskan. Bagian perut Marjani putus setelah tersambar bucket excavator yang dioperatori Yusnadi.
Lisa, anak korban, menangis histeris sambil merangkul Kapolres. Kapolres pun mencoba untuk menenangkan anak korban. Sesaat setelah itu, korban dibawa ke ruang Kamboja, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Pemulung ini tewas setelah bucket excavator mengenai perutnya
Seorang perempuan yang tengah memulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Tjilik Riwut Km 14 Palangka Raya tewas mengenaskan setelah kesambar bucket eskcavator, Senin (19/3/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Km 38, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (18/3/2018).
Pengendara sepeda melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian kehilangan kendali hingga masuk ke jalur kanan dan terjatuh.
Dari informasi yang diterima Borneonews, dua warga Tumbang Samba yang meninggal dunia bernama Tino dan Arisyanto.
Tanpa memperhatikan arus lalu lintas sekitarnya, korban menyeberang jalan masuk ke dalam arus jalan menuju Sampit. Namun nahas, dari arah Pangkalan Bun datang mobil berkecepatan di atas 50 km per jam. Lantaran sudah dekat, laju mobil tersebut tidak dapat dihentikan, kecelakaan pun terjadi.
Pengendara sepeda motor Vixion yang terlibat kecelakaan lalu lintas, Ahmad Hubaini (23) akhirnya tewas saat menjalani perawatan di Puskesmas Pundu, Kecamatan Cempaaga Hulu.
Korban bernama Mulyadi dan anaknya yang masih kelas 2 SMP. Korban tewas sudah dibawa ke rumah duka di Desa Hanua, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau.