DPRD: Selain TNTP Juga Harus Dikenalkan Wisata Lain di Kobar
Sektor pariwisata alam di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga layak dikembangkan
Tag
Sektor pariwisata alam di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga layak dikembangkan
Selama ini OFI fokus menangani orangutan dan Taman Nasional Tanjung Puting, Kobar
Saat ini Jack dan Sisil dikarantina di Nyaru Menteng sebelum dilepasliarkan ke TN-BBBR Kabupaten Katingan
Dua orangutan Jack dan Sisil yang berasal dari Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau sebelum dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR) terlebih dahulu harus melewati tahap tes kesehatan di karantina BOSF Nyaru Menteng.
Ini kisah tentang Jack dan Sisil. Kedua orangutan yang selama beberapa bulan belakangan ini menjalankan kehidupan pra pelepasliaran di Pulat Salat milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
Dua orangutan bernama Sisil dan Jack yang berasal dari Pulau Salat Kabupaten Pulang Pusau siap dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan.
Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng kembali melepasliarkan orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan.
Dalam beberapa hari terakhir ini, setidaknya ada empat kasus satwa dilindungi yang masuk ke pemukiman warga dan merusak kebun masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan juga Kabupaten Seruyan.
Tersangka merupakan warga sekitar di wilayah Desa Tanjung Hanau, Kabupaten Seruyan
Dangkai orangutan berjenis kelamin jantan yang diperkirakan berusia 20 tahun ditemukan dalam kondisi rusak dan terdapat luka, di areal perkebunan PT WSSL II, Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran tak percaya jika orangutan albino hanya satu di hutan Kalteng. Terkait itu, dia memerintahkan agar ada pihak yang menelisik keberadaan orang utan albino lainnya.
Gubernur Kalteng menerima perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Citra Borneo Indah (CBI) Group, terkait rencana pelepasliaran Alba beberapa bulan ke depan
Dalam dua bulan terakhir yakni sejak Juni hingga akhir Juli 2018 ini, setidaknya ada enam laporan masyarakat tentang gangguan orangutan. Terutama pada kecamatan yang berada di wilayah selatan Kotim.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta kesiapan Pulau Salat di Kabupaten Pulang Pisau, diperhatikan dulu sebelum kedatangan Alba, orangutan albino yang akan dilepasliarkan.
Pembicaraan dijadwalkan usai Apel Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Gubernur Kalteng. Gubernur Sugianto Sabran bertindak selaku Pembina Apel.
Berdasarkan informasi sementara sekitar pukul 12.00 WIB, satpam PLTD melihat satu orangutan dengan ukuran cukup besar berjalan di sekitar pintu masuk PLTD Kumai.
Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan mengatakan, polisi masih memburu terduga pelaku pembantai orangutan yang jasadnya ditemukan sudah dalam kondisi rusak.
Pelepasliaran tersebut sekaligus dalam rangka memperingati World Population Day atau hari populasi dunia yang jatuh setiap tanggal 11 Juli.
Polisian mulai mengantongi identitas pembantai orangutan di perkebunan kelapa sawit milik PT Wana Sawit Subur Lestari II, Kabupaten Seruyan.
Bangkai Baen, orangutan jantan yang diperkirakan berusia 20 tahun, ditemukan dalam kondisi rusak dan terdapat luka bekas senjata tajam. Bangkai itu ditemukan di kanal area landclearing blok Q45 Elang Estate 3, Kebun 5, Afdeling 19 di perkebunan kelapa sawit milik PTWSSL II.