BKSDA akan Selidiki Kemunculan Orangutan Sekitar Belakang Masjid di Desa Jemaras
Orangutan itu diduga berkeliaran karena kelaparan dan mencari makan di dekat permukiman warga. Warga diimbau waspada untuk mengindari terjadinya serangan.
Tag
Orangutan itu diduga berkeliaran karena kelaparan dan mencari makan di dekat permukiman warga. Warga diimbau waspada untuk mengindari terjadinya serangan.
Di lokasi petugas hanya menemukan puluhan batang kelapa sawit muda dirusak. Diduga kuat ini merupakan ulah dari orangutan. Di sekitar lokasi juga ditemukan sarang orangutan. Diduga orangutan tersebut menetap di lokasi
BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit kembali mendapatkan laporan gangguan satwa liar. Dalam hari ini saja sudah dua laporan kemunculan buaya dan orangutan.…
Mendapatkan laporan itu BKSDA pun langsung melakukan observasi. Hasil observasi petugas, diperkirakan orangutan hanya melintas tidak menetap di sekitar lokasi itu.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan gangguan orangutan itu dilaporkan oleh Aldi Maher lewat media sosial. Namun ketika petugas akan melakukan observasi pelapor ternyata belum tahu lokasinya
Direktur Kampanye OFI, Dorprawati Siburian mengatakan dalam kampanye ini para pelajar diberikan bekal pengetahuan tentang upaya dalam pelestarian orangutan
Yulhaidir menyampaikan kegiatan kampanye orangutan ke sekolah merupakan program penting dalam rangka memberikan edukasi secara dini kepada anak-anak pentingnya melestarikan orangutan
Bupati Seruyan, Yulhaidir memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian orangutan yang dikampanyekan Orangutan Foundation Internasional atau OFI.
Orangutan yang mendekati permukiman warga di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara?tidak ditemukan saat petugas melakukan?observasi.
BKSDA akan segera melakukan observasi?guna memastikan keberadaan orangutan tersebut
Hasil tes swab antigen pada orangutan yang dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dipastikan negatif. Sehingga bisa langsung dibawa seksi wilayah konservasi II Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah II bersama Orangutan Fondation International (OFI) menyelamatkan 2 ekor orangutan di Desa Bapanggang Raya, Sabtu, 9 Oktober 2021.?
Kepala Desa Bapanggang Raya,? Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, Syahbana mengungkapkan orangutan yang muncul di lokasi tersebut sudah berbulan-bulan menetap di kebun karet warga sekitar.?
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mengobservasi keberadaan orangutan di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumar sore, 8 Oktober 2021.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, kembali menerima laporan gangguan orangutan. Bahkan, dalam sehari masuk 2 laporan gangguan dari lokasi yang berbeda.?
Observasi penting dilakukan pihak BKSDA guna menentukan langkah selanjutnya, seperti evakuasi maupun upaya penyelamatan lainnya
Sejumlah pemancing melihat orangutan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Kilometer 14, tak jauh dari tempat pembuangan akhir. Orangutan itu tampak bergelantungan di atas pohon yang cukup tinggi.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Borneo Orangutan Survival? (BOS) Foundation Nyaru Menteng mengevakuasi orangutan yang memasuki kebun masyarakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
Berdasar informasi yang dihimpun borneonews.co.id sudah 7 orang pemilik kebun di sekitar wilayah ini mengeluhkan kemunculan orangutan di kebun mereka
Petugas harus naik ke atas pohon agar jarak lebih dekat dengan orangutan, sehingga memudahkan tim Rescue membidik tepat sasaran