Susi Air kembali Layani Penerbangan Muara Teweh-Palangka Raya
Maskapai Susi Air akan kembali melayani penerbangan yang disubsidi pemerintah pusat untuk rute Muara Teweh-Palangka Raya, mulai 15 April 2019.
Tag
Maskapai Susi Air akan kembali melayani penerbangan yang disubsidi pemerintah pusat untuk rute Muara Teweh-Palangka Raya, mulai 15 April 2019.
Penurunan frekuensi penerbangan ini diikuti menurunnya aktivitas penumpang dan arus barang.
Dalam waktu dekat beberapa rute penerbangan yang sempat istirahat bakal dibuka kembali, seperti rute penerbangan Palangka Raya - Pontianak dan Palangka Raya - Balikpapan.
Berkurangannya frekuensi penerbangan ini imbas dari minimnya penumpang transportasi udara di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Dua maskapai penerbangan yang tidak beroperasi dalam beberapa hari ini adalah Citilink dan Batik Air.
Berkurangnya minat masyarakat terhadap transporasi udara ini karena mahalnya harga tiket pesawat dalam beberapa minggu terakhir.
Masyarakat Kabupateo Barito Selatah bakal mempunyai pilihan baru untuk sektor transportasi udara.
Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya masih mendominasi aktivitas penumpang melalui transportasi udara.
Tercatat selama Desember 2018, jumlah aktivitas penumpang yang meningkat 3,43 persen, dipicu oleh kenaikan jumlah penumpang yang berangkat (8,88 persen)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu lalu meminta pihak bandara agar mengusahakan penambahan rute atau jalur penerbangan ke beberapa wilayah.
Director Comerrcial dan Business Development PT Angka Pura II Daan Ahmad menyebut, perkembangan bandara sangat bergantung pada perkembangan suatu daerah.
Dengan adanya industri hilir ini diharapkan juga akan berimbas pada peningkatan transaksi penerbangan di Kalteng.
Charhe bagasi kepada penumpang inipun menuai komentar dari masyarakat mengingat harganya yang cukup mengorek kantong
Warga meminta kebijakan tersebut dikaji kembali mengingat penikmat penerbangan pesawat tidak hanya kalangan elit saja.
"Barang bagasi sudah kami kirim menggunakan jasa ekspedisi beberapa hari sebelumnya, saya lupa berapa biayanya. Tapi setelah dikalkulasikan jauh lebih hemat dari pada biaya bagasi maskapai penerbangan," jelas Heru, salah satu penumpang.
Mahalnya tiket pesawat dengan tujuan dalam negeri belakangan ini selain dikeluhkan masyarakat yang memerlukan transportasi udara, ditenggarai juga bakal menimbulkan dampak domino pada sektor usaha lainnya.
Saat ini hampir seluruh penerbangan di Indonesia mengalami kenaikan tiket. Tidak terkecuali pada dua maskapai yang melayani beberapa rute di Bandar Udara (Bandara) H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Rute yang ingin ditambah ini khususnya daerah tengah seperti Kuala Namu, Batam, Makassar, Manado, Bandung dan kawasan Bali.
Upaya tersebut dilakukan pemerintah daerah karena aktivitas penumpang di Bandara H Asan Sampit terus meningkat. Bahkan lebih dari 1.000 orang dalam sehari. Baik itu yang berangkat dan tiba di Sampit.
Meski menilai pembangunannya sudah bagus, Sugianto menyarankan beberapa lokasi ada yang harus tetap diperbaiki atau dibersihkan.