BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan membuat dimsum bersama Perpustakaan Marcaya Desa Pematang Limau.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Perpustakaan tersebut menjadi upaya untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan Anggun Noor Azmi, pengelola Data dan Informasi bagian TPBIS Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan, sebagai narasumber.
Kepala Bidang Perpustakaan, Rusidah, menyampaikan bahwa pelatihan membuat dimsum merupakan salah satu bentuk pelibatan masyarakat dalam program TPBIS yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru dalam mengolah makanan, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kreativitas yang dapat menjadi bekal untuk memulai usaha mandiri.
“Pelatihan ini menjadi bentuk pelibatan masyarakat melalui program TPBIS yang mendorong perpustakaan sebagai ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan,” ujarnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Rusidah berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha rumahan, menambah penghasilan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sendiri mendorong perpustakaan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan produktif sesuai kebutuhan warga.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan pun terus berkomitmen mengembangkan perpustakaan yang inklusif dan bermanfaat sebagai pusat pembelajaran serta pemberdayaan masyarakat. (FAHRUL/H)









