BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih banyak mengalami kendala. Sehingga pembangunan fisik baru terealisasi 82%.
"Tahun ini baru 82% realisasi pembangunan fisik, mudah-mudahan hingga akhir tahun 2017 yang tinggal beberapa hari ini pembangunan bisa mencapai 90%," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Kamis (28/12/2017).
Belum tercapainya target pembangunan fisik tersebut terjadi lantaran berkaitan dengan status kawasan. Sehingga ada program yang tidak bisa dijalankan. Namun direncanakan pada 2018 mendatang, pembangunan akan cepat dilakukan, karena sudah mendapatkan pengukuhan kawasan hutan.
Berbagai cara dilakukan pemerintah agar realisasi pembangunan dan penyerapan anggaran bisa optimal sesuai harapan. Dari data hingga 21 Desember 2017 lalu, realisasi pendapatan mencapai 96,87%, realisasi keuangan 81,60% dan realisasi fisik 82,53%. Capaian realisasi pembangunan tahun ini tidak sebagus tahun lalu.
Supian mengingatkan, capaian yang kurang optimal tahun ini harus menjadi catatan dan bahan evaluasi bersama. Harapannya agar segala kekurangan bisa diperbaiki dan potensi hambatan bisa diantisipasi sehingga kejadian ini tidak terulang pada 2018 nanti.
"Dengan adanya hal itu, maka seluruh jajaran di SOPD bisa bekerja keras pada 2018. Dengan optimisme tinggi, capaian tahun depan akan lebih meningkat lagi," kata Supian.
APBD tahun 2017 Kotawaringin Timur Rp1,75 triliun, sedangkan APBD murni tahun 2018 dipatok Rp1,77 triliun. Artinya, ada peningkatan sebesar 1,01%. Sehingga perlu kerja keras agar target itu bisa dicapai. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)
Pembangunan di Kotim Tahun Ini Baru Berjalan 82%
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Legislator Desak Pemkab Segera Laksanakan Program Pembangunan di Kotim
Program Nawacita Sejalan dengan Visi Pembangunan Barito Utara
TP4D Dinilai Bantu Wujudkan Pembangunan Bersih dan Aman
Aspirasi Masyarakat Murung Raya Tolak Ukur Pembangunan
Pemkab Murung Raya Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur
Dasar Pembangunan Harus Mengacu RPJMD
Komentar (0)
Memuat komentar…

