Api Lahap Semak dan Gambut Tipis di Ipu Mea Bartim, Tim Gabungan Padamkan Karhutla 1 Hektare
Ketersediaan air tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan penyiraman selama proses pemadaman berlangsung.
Koresponden
Ketersediaan air tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan penyiraman selama proses pemadaman berlangsung.
Salat istisqa dilaksanakan di Lapangan Rutan Tamiang Layang mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan untuk meredakan kemarau sekaligus membantu mengurangi kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara.
Pemadaman berlangsung selama lebih dari tiga jam hingga tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api pada seluruh area yang terbakar sehingga tidak meluas ke kawasan di sekitarnya.
BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Kabupaten Barito Timur. Kali ini, kebakaran melanda lahan milik masyarakat di Desa Telang, Kecamatan Paju…
Layanan tersebut dipusatkan melalui Posko Terpadu Karhutla yang berada di halaman Kantor Bupati Barito Timur. Mulai Kamis, 17 September 2026, petugas khusus Perumdam Tirta Janang ditempatkan di posko untuk menginventarisasi permintaan air bersih dari masyarakat.
Karhutla Barito Timur mencapai 485 kejadian dengan 712 hektare lahan terbakar. Dalam dua hari, luas kebakaran bertambah 44,1 hektare.
Pemkab Barito Timur mempercepat sertifikasi dan pengamanan aset tanah bersama Kantor Pertanahan melalui inventarisasi, pemetaan dan penyelesaian persoalan administrasi.
Karhutla Barito Timur mencapai 485 kejadian dengan 712 hektare lahan terbakar, sementara 1.488 warga tercatat terdampak penyakit dan ISPU masuk kategori sangat tidak sehat.
Informasi kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD dan Damkar Barito Timur dari masyarakat melalui WhatsApp. Setelah menerima laporan tersebut, tim bergerak dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang pada pukul 18.37 WIB menuju lokasi kejadian.
Informasi mengenai kebakaran diterima petugas dari Kepala Desa Pulau Patai melalui WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD dan Damkar Barito Timur bersama unsur gabungan bergerak menuju lokasi dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang.
Tim gabungan menuntaskan karhutla sekitar satu hektare di Desa Wuran, Barito Timur setelah penanganan lebih dari enam jam di tengah vegetasi semak belukar yang rimbun.
Karhutla membakar sekitar dua hektare lahan di Desa Puri, Barito Timur. Tim gabungan mengendalikan api dalam hampir tiga jam di tengah angin kencang.
Karhutla seluas sekitar satu hektare di Desa Siong, Barito Timur berhasil dikendalikan dalam lebih dari dua jam meski sumber air berjarak sekitar tiga kilometer.
Karhutla sekitar 2,5 hektare di Desa Telang, Barito Timur berhasil dikendalikan setelah operasi pemadaman hampir tiga jam di lahan gambut dan semak belukar.
Sebanyak 1.360 warga Barito Timur tercatat terdampak ISPA di tengah kabut asap karhutla, sementara ISPU di sejumlah wilayah sempat masuk kategori berbahaya.
Karhutla di Barito Timur mencapai 465 kejadian dengan 667,9 hektare lahan terbakar hingga 14 September 2026. Agustus dan September mencatat lonjakan tertinggi.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu, Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji, Dandim 1012 Buntok Letkol Inf Muhammad Edi, Sekretaris Daerah Misnohartaku, Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, para kepala perangkat daerah, camat, serta unsur terkait lainnya.
Kebakaran terjadi di kawasan Jalan SMKN 1 Raren Batuah dan membakar semak belukar serta kebun karet milik masyarakat. Petugas menerima laporan dari warga dan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan agar api tidak semakin meluas.
Angka tersebut menjadi peringatan serius karena dampak karhutla tidak hanya menyasar kawasan yang terbakar, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat akibat paparan asap. Kondisi udara yang memburuk juga menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Barito Timur telah berkembang menjadi ancaman lingkungan yang perlu ditangani secara bersama-sama.
Selain ancaman kebakaran dan kabut asap, masyarakat Barito Timur juga menghadapi persoalan ketersediaan air bersih. Hingga Sabtu, 12 September 2026, BPBD Damkar telah mendistribusikan 13.200 liter air bersih kepada 252 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan.