Karhutla Dekat Permukiman Tamiang Layang, Tim Gabungan Cegah Api Meluas
Karhutla seluas sekitar 2 hektare terjadi dekat permukiman di Tamiang Layang, Barito Timur. Tim gabungan memadamkan sekitar 1 hektare dan mencegah api meluas.
Koresponden
Karhutla seluas sekitar 2 hektare terjadi dekat permukiman di Tamiang Layang, Barito Timur. Tim gabungan memadamkan sekitar 1 hektare dan mencegah api meluas.
Untuk menjangkau titik-titik kebakaran, tim mengerahkan satu unit mobil operasional Pamhut, satu unit mobil pikap patroli pengendalian karhutla dan satu unit truk suplai air.
Aksi bakti sosial dan pengabdian masyarakat tersebut digelar serentak oleh para perawat yang tergabung dalam 12 komisariat PPNI. Masker dibagikan kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, termasuk pengguna kendaraan roda dua, roda empat serta warga yang melintas di sejumlah titik.
Kebakaran yang membakar vegetasi berupa pepohonan, semak belukar dan pohon karet tersebut menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Upaya pemadaman menghadapi tantangan karena lokasi kebakaran sulit dijangkau, dengan akses berupa jalan tanah yang berpasir dan sempit.
Laporan mengenai kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Barito Timur dari masyarakat melalui aplikasi WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel bergerak dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang sekitar pukul 10.38 WIB menuju lokasi kejadian.
Rakor yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut membahas langkah strategis menghadapi potensi karhutla yang meningkat seiring kondisi kemarau. Pemerintah dan dunia usaha didorong memperkuat kesiapsiagaan, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Karhutla seluas sekitar satu hektare di Desa Runggu Raya, Barito Timur, berhasil dipadamkan tim gabungan dalam waktu sekitar 70 menit.
Karhutla membakar sekitar 3,5 hektare lahan di Desa Baruyan, Barito Timur. Tim gabungan mengandalkan tangki air Brimob karena sumber air sulit ditemukan di sekitar lokasi.
Api membakar sekitar 2 hektare lahan masyarakat yang didominasi semak belukar dan pepohonan kayu. Tiupan angin membuat kobaran api lebih cepat menjalar, sedangkan lapisan gambut yang dalam meningkatkan potensi bara tersisa di bawah permukaan tanah.
Sebanyak 27 desa di sembilan kecamatan Barito Timur mengalami kesulitan air bersih. Pemprov Kalteng mulai menyalurkan bantuan secara bertahap melalui armada mobil tangki.
Karhutla di Desa Muara Pelantau, Barito Timur, diperkirakan mencapai 30 hektare. Tim gabungan memperkuat penyekatan api di area dekat permukiman warga.
Karhutla melanda Desa Ampari Bura dan Lalap di Barito Timur dengan luas sekitar 20 hektare. Tim gabungan dan warga masih melakukan pemadaman karena api belum sepenuhnya padam.
Karakter lahan yang terdiri dari material kering, semak belukar dan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan. Meski kobaran api berhasil dikendalikan, petugas belum meninggalkan lokasi dan melanjutkan proses pendinginan serta pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 3,5 hektare. Tim gabungan yang dikerahkan berhasil mengendalikan api pada sekitar 3 hektare area terbakar, meski masih terdapat bagian lahan yang belum sepenuhnya padam ketika operasi dihentikan.
Bupati Barito Timur M Yamin mengatakan, penguatan penanganan karhutla dilakukan setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi pada 24 Agustus 2026. Rapat tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi cuaca sekaligus perkembangan karhutla di wilayah Barito Timur.
Karhutla di Desa Mangkarap, Barito Timur, membakar sekitar satu hektare lahan. Tim gabungan berjibaku selama tiga jam hingga api padam pada malam hari.
Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya titik api di ruas jalan Ampah-Buntok. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi.
Pemkab Barito Timur mempercepat pengisian jabatan definitif melalui mekanisme job fit, evaluasi kinerja dan tahapan manajemen ASN. Sebelumnya, 17 pejabat mengikuti proses tersebut.
Kobaran api diperkirakan membakar lahan seluas sekitar 1,5 hektare. Kondisi di lapangan cukup menyulitkan proses pemadaman lantaran vegetasi berupa ilalang dalam kondisi kering, disertai tiupan angin kencang yang membuat api lebih cepat merambat.
Kebakaran menghanguskan vegetasi berupa semak belukar, pepohonan kayu hingga pohon karet dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 0,7 hektare. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya setelah tim gabungan dari berbagai unsur melakukan penanganan di lokasi.