BPBD Palangka Raya Tingkatkan Mitigasi Karhutla Meski dalam Kondisi Kemarau Basah
"Titik-titik rawan karhutla, terutama di lahan gambut, menjadi fokus utama pengawasan,"
Tag
"Titik-titik rawan karhutla, terutama di lahan gambut, menjadi fokus utama pengawasan,"
Sistem perisai merupakan alat bantu yang efektif dalam upaya pencegahan Karhutla. Dengan pemantauan yang rutin melalui sistem ini, pihak berwenang dapat mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan secara cepat dan tepat.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah, mengendalikan, dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menjelaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bagian dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bergerak cepat menangani laporan tumpahan solar di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 5.
Hendrikus mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi jika terjadi banjir. Hal ini sangat penting untuk menyelamatkan diri dari bahaya banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya menormalkan akses jalan di Jalan Rajawali Km 8 yang terhalang pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan pemantauan genangan air di dua lokasi, yakni Kelurahan Petuk Katimpun dan Jalan Mendawai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), meminta warga di sepanjang bantaran sungai mewaspadai potensi banjir susulan yang masih mengancam saat musim hujan tiba.
Komisi III DPRD Palangka Raya mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPBD Palangka Raya untuk mengkaji potensi bencana tahun 2025.?
"Kami mendapatkan laporkan terjadi kebakaran lahan sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian kami terjunkan TRC lengkap dengan satu unit mobil tangki dan peralatan pemadam kebakaran. Berhasil memadamkan dalam waktu 30 menit,"
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya berhasil menumbangkan dua pohon yang rawan tumbang di Jalan Rajawali Kilometer 7,5, tepatnya di simpang empat lampu merah Rajawali, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Hujan deras yang melanda Kota Palangka Raya beberapa hari terakhir mengakibatkan peningkatan debit air di sejumlah wilayah.? Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat kenaikan debit air signifikan di beberapa titik, salah satunya Kelurahan Petuk Katimpun.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya sigap merespon laporan warga terkait pohon rawan tumbang di Jalan Intan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya pun melakukan pemantauan debit air di beberapa lokasi yang terdampak.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya gencar melakukan pemantauan debit air dan luapan air sungai di wilayah Kota Palangka Raya.
Kondisi di Kota Palangka Raya pada Rabu, 16 Oktober 2024, menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level Sedang (berwarna hijau) dan beberapa kelurahan menunjukan tingkat kemudahan terbakar pada level Tinggi (berwarna kuning).
Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI), kondisi di Kota Palangka Raya pada tanggal 3 Oktober 2024 menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level rendah (berwarna biru).
Kota Palangka Raya saat ini mengalami penurunan kualitas udara. Berdasarkan data Aplikasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Net pada 21 September 2024, kondisi udara di Palangka Raya telah memasuki zona biru, yang berarti kategori sedang, setelah sebelumnya berada di zona hijau atau kategori baik.
Kota Palangka Raya saat ini tengah berada dalam kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).