ISPA di Kotim Naik 201 Kasus Saat Kabut Asap
Jumlah tersebut meningkat 201 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dengan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni mencapai 272 kasus.
Tag
Jumlah tersebut meningkat 201 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dengan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni mencapai 272 kasus.
Kondisi tersebut dirasakan hampir setiap hari ketika kabut asap cukup pekat menutup Sungai Mentaya. Pengemudi tidak bisa sembarangan menentukan jalur pelayaran karena pandangan ke sisi kiri dan kanan sungai menjadi terbatas.
masyarakat yang tetap harus melakukan aktivitas di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker. Penggunaan masker juga perlu diperhatikan bagi warga yang ingin tetap berolahraga di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Sejumlah masyarakat tetap berolahraga, berdagang hingga menggunakan jasa penyeberangan Sungai Mentaya meski kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.
"Menyampaikan situasi pagi ini jarak pandang 300-400 meter. Mudah-mudahan dalam dua jam ke depan, kondisi ini menjadi lebih baik,"
Laporan tersebut diperlukan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan lanjutan apabila kondisi kabut asap di Kalimantan Tengah semakin memburuk.
Kelancaran pelayaran di Sungai Mentaya memiliki peran penting karena menjadi jalur distribusi berbagai kebutuhan pokok ke Kotim.
Kabut asap pada pagi hari terasa lebih pekat dibanding beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu cukup mengganggu kenyamanan berkendara sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Fenomena kabut asaq?pagi ini terlihat di beberapa rusa jalan-?seperti di sekitar Jalan Tjilik Riwut, Kamis, 19 September 2024.
Kabut asap tiba-tiba muncul sejak pagi hari hingga menyelimuti wilayah Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya, Jumat, 10 November 2023.
Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, belum lama ini melalui cobaan berat dengan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Meski kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya mulai berangsur hilang, Pemerintah Kota (Pemko) tetap menyediakan layanan oksigen bagi warga yang masih membutuhkan.
Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina mengatakan bahwa kabut asap dampak dari Karhulta sangat rentan membuat seseorang mudah terserang penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Kabupaten Gunung Mas ikut diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kabupaten/kota di sekitar.?
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berupa hujan buatan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah dilaksanakan sejak 4-8 Oktober 2023. Dengan tujuan untuk mengurangi dampak kabut asap dan sebagai salah satu upaya pemadaman api Karhutla.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kalteng, Iswahono mengajak masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar jika memang tidak benar-benar penting.
Kabut asap yang melanda beberapa wilayah Kalteng belakangan ini ternyata tidak berdampak signifikan pada harga ikan di Palangka Raya.
Maskapai penerbangan Wings Air yang melayani rute Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara?menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sebaliknya setiap hari, menghentikan sementara penerbangan akibat kabut asap yang melanda daerah setempat.
Widya Kumala, seorang pemerhati anak yang akrab disapa Kak Yaya, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, khususnya Dinas Pendidikan.
Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggangu produktivitas tanaman petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Provinsi Kalteng) Sunarti mengatakan kabut asap berdampak besar terutama pada tanaman hortikultura.