Kabut Asap Pekat Selimuti Buntok, Perlu Peran Semua Pihak Cegah Karhutla
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus Inyulius, Jumat, 9 Oktober 2026.
Tag
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus Inyulius, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kepala KPHP Barito Hilir Zainal Abidin mengatakan kondisi tersebut membuat tim harus bergerak cepat agar api tidak meluas. Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya titik api dan tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Titik-titik kebakaran yang masih menghasilkan asap berada di sejumlah wilayah dengan karakteristik berbeda. Sebagian lokasi bahkan sulit dijangkau karena berada cukup jauh dari akses jalan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kobar Muhammad Alamsyah menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan ketentuan terkait mitigasi bencana asap karhutla. Sekolah diberikan diskresi untuk menentukan moda pembelajaran sesuai tingkat kedaruratan di wilayah masing-masing.
Api yang membakar lahan tersebut dilaporkan menjalar hingga mendekati kawasan permukiman. Jarak kobaran api dengan rumah warga bahkan disebut hanya sekitar 5 meter saat tim gabungan tiba di lokasi.
Kebakaran dilaporkan mulai diketahui warga yang melintas di kawasan tersebut. Informasi mengenai kejadian itu kemudian diteruskan ke jejaring relawan sekitar pukul 18.33 WIB.
Kondisi itu juga menjadi perhatian pengendara yang melintas di Jalan Poros Tamban Catur. Kepulan asap yang cukup besar terlihat dari arah lahan yang terbakar dan membuat kondisi di sekitar lokasi kebakaran tampak diselimuti asap.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perpanjangan keempat ini berlaku…
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel, mengatakan kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Berdasarkan informasi BMKG untuk dasarian atau periode 10 hari ke depan, Kobar masih berpotensi mengalami kekeringan.
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Kompleks Persada Permai Baru 2 Jalur 21 dan Kompleks Persada Permai Baru 3 Pesona 10. Warga menyebut terdapat tiga titik api yang membuat kedua kawasan permukiman tersebut seperti terkepung.
"Senin kemarin udaranya sudah mulai enak. Saya kira akan berangsur membaik. Ternyata hari ini mulai berasap lagi,"
Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Pemerintah Kota (Pemko) memperkuat penanganan, terutama dari sisi anggaran dan operasional di lapangan.
Keduanya keluar dari tahanan Polres Barito Timur pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WIB setelah permohonan penangguhan penahanan diajukan kepada penyidik.
Mereka menghadapi kendala akses menuju sumber air saat berupaya mengendalikan kobaran api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit meski tim gabungan telah mengerahkan sejumlah peralatan dan dukungan suplai air.
Dari enam kecamatan di Kobar, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 1.543 titik. Disusul Kecamatan Arut Selatan sebanyak 590 titik dan Kecamatan Kotawaringin Lama sebanyak 258 titik.
Informasi mengenai dua titik karhutla tersebut disampaikan relawan pemantau dan penanganan kebakaran pada Minggu siang. Titik pertama terpantau dari kawasan Gang SMAN 1 Kapuas Hilir, Desa Hampatung, Kecamatan Kapuas Hilir.
Informasi kebakaran diterima jejaring relawan sekitar pukul 17.20 WITA. Api awalnya membakar lahan di sekitar kawasan sekolah sebelum dengan cepat meluas dan merambat hingga mengenai bangunan kantin yang berada di bagian belakang sekolah.
Seorang pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area yang sebelumnya terbakar. Korban diduga berada di kawasan kebakaran lahan dan hutan ketika peristiwa tersebut terjadi.
Situasi di lokasi dilaporkan cukup mengkhawatirkan karena api tidak hanya membakar lahan, tetapi juga telah mendekati hingga mengenai sebuah rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga meminta bantuan pemadam kebakaran segera dikerahkan.
Fairid menjelaskan, persoalan honor relawan yang disebut sebesar Rp100 ribu per hari berkaitan dengan proses penganggaran. Menurutnya, pemerintah kota saat ini masih menunggu proses evaluasi terhadap APBD Perubahan 2026.