Pemko Palangka Raya Perkuat Penanganan ODGJ
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, rehabilitasi, hingga pemulihan bagi ODGJ di wilayah Kota Palangka Raya.
Tag
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, rehabilitasi, hingga pemulihan bagi ODGJ di wilayah Kota Palangka Raya.
Langkah kolaboratif ini diambil guna memperkuat sistem kesehatan daerah dan memastikan penanganan ketiga penyakit menular tersebut dapat berjalan lebih efektif, masif, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Perlu adanya mobilisasi sumber daya yang lebih luas, termasuk keterlibatan aktif dari dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat.
Upacara peringatan ini diikuti secara antusias oleh anggota TNI, Polri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palangka Raya.
Salah satu fokus utama yang kini tengah dikejar oleh pemerintah daerah adalah penyediaan akses air minum yang aman dan merata.
Ia secara khusus menyoroti sektor yang menjadi perhatian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan pada bidang pekerjaan umum dan pariwisata akan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan hidup masyarakat.
Berbagai penghargaan dan pengakuan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah serta dukungan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam penerapannya, pemerintah kota kini gencar mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga ke tingkat RT dan RW.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah akan berupaya keras memenuhi sembilan tatanan kota sehat yang menjadi indikator utama dalam penilaian nasional tersebut.
Langkah berani ini diambil menyusul masuknya Palangka Raya sebagai salah satu dari tiga kota di Indonesia yang diusulkan untuk mengikuti program kota antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebagai langkah konkret pemenuhan indikator program tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya akan membangun sebuah sistem informasi terpadu.
Pengesahan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu langkah besar yang kini tengah dipersiapkan adalah mengkaji regulasi dan sistem penanaman kabel di bawah tanah (underground ducting), langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang sangat efektif.
Langkah strategis ini diambil demi memberikan kenyamanan dan merubah wajah kota agar menjadi lebih tertata.
Fokus utama penataan ulang kali ini menyasar kawasan Jalan G. Obos, di mana banyak ditemukan kabel komunikasi yang dibiarkan bergelantungan rendah serta tiang penyangga yang tidak teratur.
Langkah ini diawali melalui pertemuan audiensi guna membahas nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penyediaan jasa jaminan suretyship untuk mendukung berbagai program daerah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya, Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya, serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah Kota Palangka Raya ingin memperkuat sinergi dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.
Melalui akselerasi penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB), pemerintah setempat kini bergerak cepat memetakan seluruh potensi ancaman bencana guna memastikan setiap jengkal pertumbuhan kota berjalan selaras dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
Hasil akhir dari kajian komprehensif ini nantinya akan dijadikan sebagai kompas dan fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, pengalokasian anggaran, serta penyusunan strategi mitigasi jangka panjang yang lebih efektif dan tepat sasaran.