BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kemunculan bekantan di pusat Kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, kembali menjadi perhatian. Setelah menghebohkan kawasan Pasar Sari Mulya, satwa dilindungi itu dilaporkan masuk ke sebuah toko di Jalan Melati pada Rabu siang, 28 Oktober 2026.
Warga meminta bantuan untuk mengamankan bekantan tersebut. Namun, saat hendak ditangani, satwa itu sudah lebih dahulu kabur dari lokasi.
“Mohon bantuan untuk mengamankan bekantan, tidak ada yang berani menangkapnya,” ucap seorang warga.
Kemunculan ini bukan satu-satunya laporan yang diterima warga dalam beberapa waktu terakhir. Bekantan disebut beberapa kali terlihat memasuki rumah warga di Kuala Kapuas.
“Sebelumnya sudah ada beberapa laporan, tidak hanya sekali dua masuk rumah warga,” ungkap seorang warga.
Sehari sebelumnya, Selasa, 27 Oktober 2026, bekantan juga dilaporkan masuk ke sebuah toko pakaian dan sandal di kawasan Pasar Sari Mulya. Saat relawan hendak mengamankan satwa tersebut, bekantan itu lebih dahulu kabur.
Warga menduga bekantan yang muncul di Jalan Melati merupakan satwa yang sama dengan yang sebelumnya terlihat di Pasar Sari Mulya. Namun, belum ada kepastian mengenai dugaan tersebut.
Kemunculan berulang hingga ke dalam rumah dan toko menjadi fenomena yang tidak biasa di kawasan perkotaan. Warga menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belakangan ini turut memengaruhi habitat bekantan, meski dugaan tersebut belum terkonfirmasi.
Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti bekantan memasuki kawasan permukiman maupun langkah pihak terkait untuk menangani kemunculan satwa dilindungi tersebut. Upaya penanganan diperlukan agar keberadaan bekantan tidak membahayakan satwa maupun masyarakat. (SABRIANOOR/y)









