ADA dugaan bakal hengkangnya Chevron dari Blok East Kalimantan pada 2018 nanti, karena memang cadangan energi di kawasan itu menipis.
Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Bintoro tak menampik dugaan itu. "Dari portfolio, mungkin dibandingkan dengan yang sekarang berbeda. Mungkin saat ini sudah tidak sebaik dulu cadangannya. Mereka sudah 50 tahun lho," kata Elan.
Elan mengatakan di tengah harga minyak dunia yang terus merosot, bahkan menyentuh level di bawah US$ 30 per barel, maka tidak dapat dimungkiri hengkangnya Chevron sebagai upaya efisiensi
"Mungkin yang di Kalimantan selain cost-nya besar ya, akhirnya diputuskan begitu. Yang East Kalimantan ada kemungkinan oleh pemerintah tidak diperpanjang juga. Jadi dari pada nanti urusan akan repot lagi, sekarang mereka berikan kepastian dan bagi pemerintah itu positif. Kementerian ESDM sudah bisa ancang-ancang siapa yang akan garap," lanjut Elan.
Namun, ia mengatakan, Chevron masih menggarap beberapa blok di Kalimantan Timur dan kawasan lainnya di Indonesia. "Mereka masih ada di Riau dan di Kalimantan Timur masih punya beberapa blok. Termasuk IDD, itu masih terus diteruskan. Tidak akan dilepas kalau itu," imbuhnya.
Chevron Hengkang dari Blok East Kalimantan karena Cadangan Menipis
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Stok Daging Sapi Menipis di Sampit
Perusahaan Batu Bara banyak yang Hengkang, Royalti justru Meningkat
PLN Pangkalan Bun Masih Butuh Tambahan Cadangan Daya 4 MW
Pemkab Kota Baru Tuntut Bagi Hasil Migas Blok Pulau Lari-larian
Stok VAR Dinkes Kobar Menipis Padahal Rabies Masih Mengganas
Dispenda Kota Diminta Hengkang dari BRI
Komentar (0)
Memuat komentar…

