LONGSOR yang terjadi di bantaran Sungai Tabalong atau di sekitar Jembatan Cendrawasih, RT 8, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, akan ditangani oleh pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabalong Wibawa Agung Subrata, Senin (25/4/2016), mengatakan bahwa longsornya ruas jalan tersebut akibat tingginya curah hujan.
“Longsor yang terjadi di bantaran Sungai Tabalong merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II dan kita sudah berkoordinasi untuk selanjutnya dilakukan penanganan,” kata dia.
Sementara itu, seorang warga yang rumahnya dekat dengan lokasi longsor sudah mengungsi karena dikhawatirkan bisa terjadi longsor susulan.
Dinas Pekerjaan Umum Tabalong pada 2016 hanya melakukan kegiatan penguatan Jembatan Cendrawasih dengan membangun dinding penahan dan pemecah gelombang.
Untuk kegiatan penguatan Jembatan Cendrawasih yang berada di sekitar Pasar Bauntung Tanjung itu, Dinas Pekerjaan Umum mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD kabupaten.
“Tahun ini kegiatan penguatan jembatan masing-masing di Jalan Cendrawasih dan jembatan Desa Ribang Kecamatan Haruai,” ungkap Wibawa.
Termasuk rencana membangun Jembatan Masjid Pusaka di Kecamatan Banua Lawas, Tangki Hijau di Kecamatan Murung Pudak, dan Sungai Telaga Jingah di Kecamatan Kelua.
(ANT/B-3)


