BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Hujan yang mengguyur Kabupaten Kapuas dan sekitarnya pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, membawa dampak positif terhadap kualitas udara. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kapuas turun signifikan dari 406 menjadi 270 pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LHK) Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, mengatakan penurunan tersebut terpantau setelah hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur wilayah setempat pada malam sebelumnya.

"Alhamdulillah, dengan adanya turun hujan di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya tadi malam dan lumayan deras, ISPU Kapuas turun dari hitam (406) menjadi merah (270 per pukul 17.00 WIB)," kata Tonun, Rabu, 28 Oktober 2026.

Meski mengalami penurunan, kualitas udara Kapuas belum sepenuhnya membaik. Berdasarkan angka ISPU 270, kondisi udara masih berada dalam kategori sangat tidak sehat, sehingga belum dapat dinyatakan aman bagi masyarakat.

Tonun berharap hujan terus turun secara konsisten agar kualitas udara semakin membaik. Menurutnya, hujan yang berkelanjutan diharapkan membantu menekan pencemaran udara yang selama ini memburuk akibat kabut asap.

"Meskipun masih masuk kategori sangat tidak sehat, namun dengan adanya turun hujan yang kita harapkan persisten, akan membuat ISPU kita semakin baik," ujarnya.

Sebelumnya, ISPU Kapuas sempat mencapai angka 3.793 atau masuk kategori berbahaya pada periode kemarau tahun ini. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi yang tercatat selama kemarau, ketika kebakaran hutan dan lahan memicu kabut asap di wilayah Kapuas.

Dibandingkan dengan angka tertinggi tersebut, kondisi ISPU kini telah mengalami penurunan tajam. Namun, perubahan dari 406 menjadi 270 setelah hujan belum berarti persoalan pencemaran udara telah teratasi sepenuhnya.

Masyarakat masih perlu mewaspadai dampak paparan udara tercemar, terutama anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan. Penurunan ISPU menjadi perkembangan positif, tetapi kondisi udara tetap perlu dipantau hingga benar-benar membaik.

Keberlanjutan hujan menjadi salah satu harapan untuk memperbaiki kualitas udara di Kapuas setelah berbulan-bulan menghadapi musim kemarau dan kabut asap. Hasil pemantauan ISPU berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah perbaikan tersebut terus berlanjut. (SABRIANOOR/H)