BORNEONEWS, Gaza - Sindikat Jurnalis Palestina menekankan bahwa kematian jurnalis Akram al-Shafi menyoroti penderitaan jurnalis yang terluka di Gaza.
Jurnalis Palestina, Akram al-Shafi meninggal akibat luka kritis selama serangan dan pengepungan rumah sakit Al-Shifa di Gaza yang dilakukan Israel.
Melalui pernyataan Sindikat Jurnalis mengimbau semua pihak terkait untuk menekan otoritas pendudukan agar memfasilitasi akses keluar bagi jurnalis yang terluka akibat agresi guna mendapatkan perawatan di luar Jalur Gaza.
Sindikat mencatat bahwa pendudukan Israel menolak permintaan pemindahan medis yang diajukan untuk al-Shafi.
Menurut Sindikat sedikitnya 25 jurnalis yang terluka sangat membutuhkan pengobatan di luar negeri. Kematian al-Shafi menambah jumlah jurnalis yang gugur selama agresi Israel menjadi 103 orang.
Sumber: WAFA/ANTARA
Sindikat Jurnalis Desak Israel Fasilitasi Jurnalis Terluka di Gaza
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
AS tak Punya Petunjuk Israel Dengan Sengaja Targetkan Jurnalis di Gaza
Mesir Desak Gerakan Non-Blok Kutuk Tindakan Israel di Gaza
Pakar PBB Desak Israel Berhenti Serang Fasilitas Kesehatan di Gaza
UE Sesalkan Kelanjutan Serangan di Gaza, Desak Israel Hormati Hukum
Sekitar 4 Persen Penduduk Gaza Tewas, Terluka dan Hilang
PBB Desak Israel Cegah Perlakuan Buruk Terhadap Warga Palestina
Komentar (0)
Memuat komentar…







