**Borneonews - Badung**, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa penanganan masalah sampah di Bali telah menjadi tantangan terberat dalam karirnya sebagai menteri. Dalam sebuah rapat koordinasi yang terkait dengan Bali International Airshow 2024, Luhut secara tegas menyatakan, "Selama sepuluh tahun menjalani tugas ini, saya menemukan bahwa mengurus sampah adalah pekerjaan yang paling sulit. Saya hampir putus asa dalam menangani masalah ini."
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Badung, Luhut mendorong pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan sampah di Bali. Ia menambahkan bahwa solusi dalam mengolah sampah menjadi *refuse derived fuel* (RDF) telah teridentifikasi sebagai langkah yang dapat diambil.
Luhut optimis bahwa pengelolaan sampah yang semakin baik di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) akan membawa perubahan signifikan, terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar. "Dengan teknologi yang telah kita temukan setelah melalui perjalanan panjang selama sepuluh tahun, saya harap Gubernur dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah sampah ini, sehingga daerah ini dapat bersih dari limbah," katanya kepada Pejabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.
Melalui pengamatannya, Luhut mencatat adanya penurunan jumlah truk yang mengangkut sampah ke TPA Suwung, yang menunjukkan adanya peningkatan dalam pengolahan sampah berkat hasil RDF yang semakin baik. Pemerintah menargetkan agar dalam tiga tahun mendatang, kondisi sampah di Bali, terutama di kawasan KEK Kura-kura Bali, akan dapat diperbaiki secara signifikan.
Terkait dengan pameran kedirgantaraan internasional Bali International Airshow 2024, yang dijadwalkan berlangsung dari 18 hingga 21 September 2024 di area hanggar Bandara I Gusti Ngurah Rai, Luhut juga menekankan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan RDF dan menunda pembuangan sampah ke TPA Suwung. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lingkungan Bali menjelang acara internasional tersebut.
ANTARA
Luhut Sebut Penanganan Sampah di Bali Sebagai Tantangan Terbesar
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kota Palangka Raya Tempati Tantangan Pengangguran Terbesar di Kalteng
Banyuwangi Prioritaskan Penanganan Sampah dengan Pendekatan Berkelanjutan
DPRD Kotim Minta Dunia Usaha Bantu Pengadaan Alat untuk Penanganan Sampah
Penanganan Sampah di Palangka Raya Perlu Kerjasama Pentahelix
DPRD Kotim Sebut Penanganan Sampah Mendesak
DPRD Kalsel dan DPRD Bali Bahas Potensi PAD dan Tantangan Ekonomi
Komentar (0)
Memuat komentar…







