**Borneonews - Bekasi, Jawa Barat**, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berencana untuk meningkatkan secara signifikan ketersediaan Positron Emission Tomography (*PET*) scan sebagai alat skrining kanker di rumah sakit pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Saat ini, terdapat hanya tiga unit *PET scan* yang digunakan di beberapa rumah sakit milik pemerintah. Menteri Sadikin menjelaskan, "Pemerintah menargetkan untuk menambah jumlah tersebut menjadi 21 unit menjelang tahun 2027. Unit-unit ini akan didistribusikan di 16 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Maluku, Papua, serta Nusa Tenggara Timur."
Teknologi *PET scan* memegang peranan penting dalam mendeteksi kanker pada tahap awal serta menilai penyebarannya. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat beban global kanker yang cukup berat. Menteri Sadikin menegaskan bahwa kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung, dengan sekitar 9,6 juta kematian setiap tahunnya.
Di Indonesia, angka insiden kanker mencapai 136 kasus per 100.000 penduduk, menempatkan negara ini di peringkat delapan dalam hal prevalensi penyakit di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya rencana perluasan ketersediaan *PET scan*, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi angka kematian akibat kanker di tanah air.
Namun, masalah biaya yang tinggi untuk melakukan *PET scan* menjadi salah satu kendala aksesibilitas di banyak rumah sakit. Saat ini, penyelenggara jaminan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan, hanya menanggung biaya untuk satu kali pemeriksaan *PET scan* per pasien. Ini disebabkan oleh biaya operasional yang cukup besar terkait teknologi tersebut.
Menteri Kesehatan menyatakan perlunya mengatasi masalah biaya ini agar pasien dapat melakukan *PET scan* lebih dari satu kali jika diperlukan. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pembicaraan dengan pihak BPJS Kesehatan untuk mencari solusi terkait pengurangan biaya *PET scan*, sehingga jaminan kesehatan dapat lebih luas mencakup layanan tersebut.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan Jemput Bola di Kotim Deteksi Dini Penyakit untuk ASN dan Masyarakat
Pj. Bupati Kobar: Agar Akses Kesehatan Bisa Merata, Puskesmas Diharapkan Memiliki Fasilitas Rawat Inap
Seminar Kesehatan PPNI Kapuas di PKM Tamban Catur Fokus Tingkatkan Pemahaman Penanganan Diare
Hari Kesehatan Nasional Momen Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
DPRD Gunung Mas Imbau Pihak Terkait Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Disdik Fun Run 5K di Palangka Raya Tingkatkan Kesehatan dan Kebersamaan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







