**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa peran perpustakaan dalam era modern ini tidak sekadar terbatas pada penyediaan buku untuk dipinjam. Lebih dari itu, perpustakaan diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi yang dinamis dan menjadi penggerak inovasi yang esensial bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Firmansyah, menyampaikan bahwa perpustakaan harus bertransformasi menjadi katalis dalam menciptakan inovasi. Hal ini mencakup penyediaan akses terhadap teknologi canggih seperti *artificial intelligence*, realitas virtual, dan teknik analisis data yang modern. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya dapat menarik minat masyarakat tetapi juga mahasiswa untuk menjelajahi serta menerapkan ilmu yang mereka miliki dalam konteks kehidupan nyata.
Firmansyah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan berkontribusi dalam menciptakan "Generasi Emas Indonesia" di era digital yang semakin kompleks dan berkembang. Ia mengajak mahasiswa agar lebih aktif dalam mengikuti berbagai program dan inisiatif yang disediakan oleh perpustakaan.
Sebagai langkah konkret, perpustakaan telah merancang serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperluas pengalaman akademik dan profesional mahasiswa. Kegiatan tersebut meliputi *workshop* tentang literasi teknologi terkini serta seminar yang mengundang ahli dari industri 5.0 dan pakar informasi. Melalui kegiatan-kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memecahkan permasalahan nyata dengan memanfaatkan data yang tersedia di perpustakaan, serta mengikuti kompetisi inovasi yang mendorong mereka untuk menciptakan solusi berbasis teknologi demi peningkatan layanan perpustakaan.
Firmansyah berharap bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya akan meningkatkan literasi informasi mereka, tetapi juga mengembangkan keterampilan penting seperti pemecahan masalah yang kompleks, berpikir sistemik, dan kemampuan kepemimpinan kolaboratif.
Ia menginginkan agar mahasiswa dapat berfungsi sebagai agen perubahan yang efektif, tidak hanya di kampus, tetapi juga dalam masyarakat secara luas. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu membawa inovasi serta transformasi digital ke berbagai sektor kehidupan, menuju terwujudnya visi Generasi Emas Indonesia.
ANTARA
Perpustakaan Modern DKI Jakarta, Katalis Inovasi untuk Mahasiswa
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mahasiswa ITS Inovasi Limbah Minyak Menjadi Energi Listrik
Mahasiswa Unja Inovasi Sabun dari Limbah Kulit Jahe dan Nanas
Inovasi Mahasiswa USK Aceh, Camilan Ikan Bilih Menarik Perhatian
Polres Jakarta Selatan Siap Amankan Pilkada DKI Dua Putaran
Potensi Pelanggaran dalam Pilkada DKI Jakarta yang Perlu Diwaspadai
Rapat Koordinasi RPP Penataan Kota Administratif DKI Jakarta
Komentar (0)
Memuat komentar…







