BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah XIII Tahun 2026 hingga Rabu, 28 Oktober 2026, belum mendapat kepastian. Kondisi ini membuat persiapan kontingen Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), termasuk program pemusatan latihan atau training center (TC), harus menyesuaikan sambil menunggu keputusan pemerintah provinsi.

Porprov sebelumnya direncanakan berlangsung pada November 2026. Namun, belakangan muncul isu pelaksanaan bergeser ke awal Desember 2026. Hingga kini, jadwal tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu arahan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

Ketua Harian KONI Kalimantan Tengah, M. Hasanuddin Noor, menyampaikan bahwa pihaknya tetap mengupayakan Porprov digelar pada 2026.

"Walau demikian, keputusan waktu pelaksanaan masih menunggu arahan gubernur," ujarnya.

Ketua Harian KONI Kobar, Arif Asrofi, Rabu, 28 Oktober 2026 mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari gubernur Kalteng maupun KONI provinsi. Kepastian jadwal dinilai penting agar persiapan kontingen Kobar dapat disusun lebih terarah.

"Ketidakjelasan jadwal berdampak pada program latihan sejumlah cabang olahraga (cabor). Pemusatan latihan atlet Kobar dijeda sementara sambil menunggu kepastian waktu pelaksanaan, sedangkan latihan reguler tetap berjalan untuk menjaga kebugaran dan performa atlet," jelas Arief Asyrofi.

Menurut Arief Asyrofi, pelatih juga perlu menyesuaikan intensitas, durasi, target, serta strategi latihan agar kondisi fisik, kemampuan teknik, dan kesiapan mental atlet tetap terjaga. Di sisi lain, cabor menghadapi tantangan dalam menyusun program latihan karena keterbatasan waktu dan anggaran.

Pengamat olahraga, Yusro Arodi, menilai ketidakpastian jadwal kompetisi dapat memengaruhi motivasi dan kesiapan atlet. Tanpa target pertandingan yang jelas, atlet berpotensi kesulitan menjaga konsistensi latihan dalam jangka panjang.

"Selain persoalan jadwal, kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam persiapan atlet. Kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi atlet yang menjalani latihan intensitas tinggi di luar ruangan," paparnya.

Karena itu, lanjut Yusro Arodi, pelaksanaan latihan perlu mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan keselamatan atlet. Penyesuaian intensitas latihan di tengah kondisi udara yang buruk diperlukan agar persiapan menuju kompetisi tidak mengorbankan kesehatan.

"Kontingen Kobar kini masih menunggu keputusan resmi mengenai pelaksanaan Porprov Kalteng XIII. Meski isu penyelenggaraan pada awal Desember 2026 menguat, kepastian tanggal tetap menjadi hal yang ditunggu agar program latihan dan persiapan seluruh cabor dapat kembali disusun secara optimal," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)