BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan kompetensi petugas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui pelatihan dasar bahasa isyarat guna memperkuat pelayanan informasi publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya Dislutkan Kalteng dalam mempersiapkan petugas pelayanan menghadapi kebutuhan komunikasi masyarakat yang beragam, khususnya masyarakat Tuli yang menggunakan bahasa isyarat.

Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni menjelaskan, peningkatan kualitas keterbukaan informasi publik perlu didukung oleh kompetensi sumber daya manusia serta inovasi pelayanan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut disampaikan dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kanderang Tingang, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kegiatan itu, Sri Widanarni didampingi Sekretaris Dislutkan Indrafatriadinata, Pranata Humas Ahli Muda Kristina Djojoatmodjo, serta Tim PPID Dislutkan Kalteng.

Pelatihan dasar bahasa isyarat diharapkan dapat memperkuat kesiapan petugas PPID dalam memberikan pelayanan yang setara dan mudah diakses oleh masyarakat dengan kebutuhan komunikasi berbeda.

Dislutkan Kalteng memandang keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan informasi dan akses digital, tetapi juga kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan yang inklusif.

Selain meningkatkan kompetensi petugas, Dislutkan Kalteng mengembangkan layanan WADI IKAN berbasis WhatsApp yang memungkinkan nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan memperoleh informasi maupun berkonsultasi tanpa harus selalu mendatangi kantor dinas.

Berbagai upaya tersebut sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya, menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

“Dengan adanya transparansi dalam informasi serta profesional dalam pelayanan diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka serta pelayanan publik yang inklusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan, sebagai bagian dari kontribusi Dislutkan Kalteng dalam mewujudkan visi pembangunan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat,” sebut Sri Widanarni dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Rabu, 28 Oktober 2026. (HERMAWAN DP/H)