BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah mengembangkan inovasi WADI IKAN atau WhatsApp Dinas Kelautan dan Perikanan guna mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan layanan konsultasi di sektor kelautan dan perikanan.

Layanan berbasis WhatsApp tersebut ditujukan bagi para pelaku sektor kelautan dan perikanan, khususnya nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah hasil perikanan.

Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni menjelaskan, pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi salah satu langkah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengharuskan mereka datang langsung ke kantor dinas.

“Melalui WADI IKAN, kami ingin memberikan kemudahan akses informasi dan konsultasi bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan. Dengan memanfaatkan layanan WhatsApp, masyarakat dapat lebih mudah menghubungi dinas tanpa harus selalu datang langsung ke kantor,” jelas Sri Widanarni dalam keterangannya sepertidikutip borneonews pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Inovasi tersebut dipaparkan dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Kanderang Tingang, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

Pada sesi tanya jawab, Komisioner Divisi Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola Anita Fransiska menanyakan sasaran pengguna layanan WADI IKAN yang dikembangkan Dislutkan Kalteng.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sri Widanarni menegaskan bahwa layanan tersebut memang difokuskan kepada masyarakat yang bergerak dalam sektor kelautan dan perikanan.

Pengembangan WADI IKAN sekaligus menjadi bagian dari upaya Dislutkan Kalteng menjaga kemudahan pelayanan informasi publik di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Sri Widanarni, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat dalam memperoleh informasi maupun menyampaikan kebutuhan konsultasi kepada pemerintah.

“Kami berupaya agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi. Melalui WADI IKAN, kami memanfaatkan sarana komunikasi yang mudah dijangkau agar akses layanan menjadi lebih cepat, praktis, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya. (HERMAWAN DP/y)