BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur untuk mewujudkan pelayanan publik yang ramah, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, pelayanan publik merupakan bagian penting dari tugas aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat sekaligus ujung tombak pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Sri menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam berbagai kesempatan terus memberikan motivasi dan dukungan terhadap tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sri saat memberikan penjelasan mengenai peningkatan kualitas pelayanan publik di ruang kerjanya.

“Setiap masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang baik tanpa terkendala hambatan komunikasi,” kata Sri Widanarni dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dislutkan Kalteng menyelenggarakan pelatihan dasar bahasa isyarat bagi Tim PPID Pelaksana melalui kerja sama dengan Sekolah Khusus Negeri (SKHN) 1 Palangka Raya.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026 itu diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Sri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Belom Bahadat.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan aparatur tersebut diarahkan agar pegawai mampu memberikan pelayanan yang ramah, menghargai setiap individu, menjunjung kesetaraan, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Sri juga berharap peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan bahasa isyarat dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang profesional, humanis, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan pegawai dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara inklusif serta memperkuat kepedulian dalam memberikan pelayanan publik yang ramah, setara, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya. (HERMAWAN DP/H)