BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi kunci dalam memperkuat swasembada pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.

“Sinergi tersebut perlu terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pangan, mengantisipasi ancaman perubahan iklim, dan memastikan ketahanan nasional berkelanjutan,” kata Amran, Rabu 28 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menerima audiensi 46 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) 56 Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI). Pertemuan itu merupakan bagian dari kunjungan objek strategis bertema Pilarisasi Pangan Lokal sebagai Strategi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan.

Amran menjelaskan bahwa tantangan sektor pangan ke depan semakin kompleks, terutama akibat perubahan iklim yang memicu kekeringan dan berpotensi mengganggu produksi pertanian. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antarlembaga dan kesiapan menghadapi risiko produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya peran TNI dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan bagian dari kerja bersama untuk memastikan program pangan terlaksana hingga ke lapangan sekaligus memperkuat kesiapan negara dalam menghadapi potensi gangguan pasokan pangan.

“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional,” ujarnya.

Amran menambahkan bahwa kebijakan pangan perlu dirancang secara cermat, berbasis analisis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Keberanian mengambil keputusan yang tepat juga diperlukan untuk memperbaiki tata kelola sektor pertanian.

Ia mencontohkan penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk sebagai salah satu langkah kebijakan yang dapat mempercepat pelayanan kepada petani dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, perwira siswa Sesko TNI, Kolonel Infanteri Henki Vantriardo, mengatakan audiensi tersebut memberikan banyak wawasan mengenai pentingnya kolaborasi Kementan dan TNI dalam mendukung swasembada pangan.

“Kami mendapatkan banyak pencerahan, arahan, dan nasihat dari Bapak Menteri Pertanian. Beliau menekankan bahwa kolaborasi Kementerian Pertanian dengan TNI selama ini telah mewujudkan swasembada pangan yang sudah cukup lama kita idam-idamkan,” ujar Henki.

Menurut Henki, dukungan TNI terhadap pembangunan pertanian harus terus dijaga, dipelihara, dan ditingkatkan. Ia menilai kedaulatan pangan merupakan salah satu fondasi strategis bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Kedaulatan pangan adalah salah satu senjata agar kita bisa bertahan, bersaing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena itu, dukungan TNI terhadap kedaulatan pangan berkelanjutan harus tetap dijaga, dipelihara, dan ditingkatkan,” katanya.

Sebanyak 46 perwira siswa mengikuti audiensi tersebut, terdiri atas 21 personel TNI Angkatan Darat, 16 personel TNI Angkatan Laut, dan sembilan personel TNI Angkatan Udara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya para perwira siswa menghimpun bahan dan memperdalam pemahaman mengenai kebijakan serta strategi pembangunan pangan nasional untuk mendukung penyusunan materi seminar Dikreg 56 Sesko TNI.

Henki juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Menteri Pertanian. Ia menegaskan kesiapan para perwira siswa untuk terus mendukung kolaborasi dengan Kementan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Kami siap untuk berkolaborasi ke depannya dan memohon arahan dari Bapak Menteri Pertanian,” katanya.

SUMBER: ANTARA