**Borneonews - Bekasi**, Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam penanganan kasus penemuan tujuh jasad di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan saat Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut.
Arteria menyatakan bahwa jika terdapat kesalahan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, maka pihaknya akan memberikan koreksi sesuai dengan kaidah tersebut. Ia menekankan bahwa konsekuensi dari tindakan kepolisian tidak sepenuhnya dapat dipersepsikan sebagai kesalahan aparat penegak hukum. "Kita tidak dapat menyalahkan polisi dalam konteks ini," ujarnya. Ia menyebutkan adanya fakta bahwa individu yang berlari dari kehadiran polisi, akhirnya ditemukan sebagai mayat, berjumlah tujuh orang.
Sebagai langkah lanjutan, Arteria mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan yang tengah berlangsung. Ia meminta semua pihak untuk menghormati proses tersebut agar transparansi dapat terjaga. "Penyelidikan dan penyidikan masih berjalan, mari kita hormati prosesnya," tuturnya.
Sebagai mitra kerja kepolisian, Komisi III DPR RI akan memastikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus ini dilaksanakan dengan transparansi serta objektivitas. Arteria menegaskan, "Kami ingin memastikan bahwa polisi kita bekerja dengan baik. Kapolda Metro juga telah membuka ruang agar semua pihak dapat mengamati dan terlibat dalam proses penyelidikan, tidak ada yang ditutupi."
Arteria juga memberikan apresiasi atas respons cepat dari Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya setelah penemuan jasad-jasad tersebut. Ia menyatakan, "Kami mengapresiasi langkah Kapolda Metro yang langsung melibatkan Propam dan tim Inafis agar semua dapat berjalan dengan akuntabel hasilnya."
Di sisi lain, Arteria juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kehilangan tujuh remaja dalam insiden tragis tersebut. Sebelum insiden ini, pada Minggu (22/9) pagi, masyarakat menemukan tujuh jasad mengambang di Kali Bekasi, tepatnya di belakang Masjid Al Ikhlas pada pukul 06.00 WIB. Penemuan ini dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 07.00 WIB.
Pihak kepolisian menduga bahwa kematian tujuh remaja tersebut berkaitan dengan tawuran, terutama karena pada saat penemuan, polisi tengah melakukan patroli untuk mengatasi kemungkinan insiden serupa.
ANTARA
DPR Akan Evaluasi Penanganan Kasus Tujuh Jasad di Bekasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Kotim Desak Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan
Komisi III DPR-RI Temui Polda Sumbar Buntut Kasus Polisi Tembak Polisi
Pendaftaran Calon Ketua PWI Kobar Periode 2026–2029 Resmi Dibuka
Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Nusantara Power UP Pulang Pisau Perkuat Komitmen Jaga Keandalan Listrik
Kapolda Kalteng Salurkan Bantuan Untuk Relawan Karhutla dan Warga Terdampak di Kotim
Pohon Tumbang Tutup Jalan Lintas Provinsi di Telang HST
Komentar (0)
Memuat komentar…







