**Borneonews - [Jakarta]**, Malaysia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan udara dan darat yang terus dilakukan oleh rezim *Zionis Israel* di wilayah Lebanon. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia, Wisma Putra, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kebrutalan yang jelas-jelas melanggar *Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa* (PBB) serta hukum internasional. Kementerian tersebut menyatakan, serangan ini tidak hanya mengancam keamanan dan stabilitas, tetapi juga merusak kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon. Dalam pernyataan resmi mereka, Malaysia mengungkapkan rasa solidaritas yang mendalam terhadap Lebanon dan mendukung upaya komunitas internasional untuk mendesak rezim *Zionis Israel* agar segera mematuhi gencatan senjata. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih parah. Wisma Putra juga menekankan pentingnya semua pihak untuk tidak memperburuk situasi yang sudah tegang di kawasan tersebut. Dalam konteks yang semakin memanas, tercatat bahwa sembilan warga Malaysia telah memilih untuk meninggalkan Lebanon secara sukarela. Kedutaan Besar Malaysia di Beirut kini tengah berupaya mempersiapkan proses evakuasi bagi 15 warga Malaysia lainnya yang masih berada di Lebanon, termasuk tiga warga asing yang merupakan pasangan warga negara Malaysia. Sementara itu, empat warga Malaysia lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di negara tersebut. Dalam hal ini, sejumlah empat petugas dari Kedutaan Besar Malaysia di Beirut akan tetap menjalankan tugas mereka di Lebanon hingga informasi lebih lanjut diterima. ANTARA