**Borneonews - Serang**, Pelajar di Kabupaten Serang mendapatkan pendidikan mengenai literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari inisiatif yang dijalankan pemerintah setempat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.
Febrian Rifera, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Serang, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan implementasi dari program satu rekening satu pelajar (Kejar) yang merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Serang. Program ini diharapkan dapat memberikan pengenalan yang jelas tentang layanan jasa keuangan kepada para pelajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Edukasi yang dilakukan melalui sosialisasi ini berlangsung dengan dukungan dari OJK, Bank bjb Banten, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang. Tujuan utamanya adalah agar pelajar dan masyarakat umum memahami konsep literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari program TPAKD yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah.
Program satu rekening satu pelajar atau *Kejar* merupakan salah satu inisiatif yang diwajibkan oleh OJK untuk diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Dalam upaya ini, Pemerintah Kabupaten Serang juga mengimplementasikan program khusus yang ditujukan untuk Desa Wisata, khususnya Desa Wisata Kacida Cibuntu yang terletak di Kecamatan Padarincang. Fokus dari program ini adalah mengajarkan literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat setempat, terutama yang berhubungan dengan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Febrian juga menambahkan bahwa program Kejar merupakan inisiatif dari OJK dan bekerja sama dengan Bank bjb KCK Banten dalam menangani transaksi bantuan-bantuan sekolah, baik dari Baznas maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Transaksi ini diproses melalui Bank bjb untuk memberikan kemudahan dan keamanan bagi siswa.
Target dari program TPAKD di tahun 2024 meliputi pelaksanaan program Kejar, namun OJK menekankan bahwa fokus utama tidak hanya pada seberapa banyak pelajar yang membuka rekening, melainkan juga seberapa sering sosialisasi dilakukan kepada para pelajar dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan edukasi ini sangat penting agar literasi dan inklusi keuangan dapat disampaikan secara efektif.
Febrian berharap bahwa ke depannya masyarakat Kabupaten Serang akan lebih sadar dan aktif dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak. Program Kejar diharapkan mampu mendorong terwujudnya inklusi keuangan, di mana tabungan yang dilakukan di sekolah-sekolah lebih aman dan terkelola dengan baik melalui lembaga perbankan. Dengan begitu, akses untuk mengambil uang melalui mesin ATM juga dapat dilakukan dengan lebih aman jika masyarakat bertransaksi melalui lembaga yang terpercaya.
ANTARA
Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di Kabupaten Serang
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK dan BPS Kalteng Gelar pelatihan Petugas Survey Literasi dan Inklusi Keuangan
OJK Kalteng Laksanakan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Capai Target Nasional
BPS Kalteng Kerjasama dengan OJK Laksanakan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan
OJK Kalteng: Edukasi dan Literasi Keuangan Kunci Menghadapi Modus "Salah Transfer"
Strategi Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM di Surabaya
OJK dan Mitra Bentuk TPKAD di Seluruh RI Dorong Inklusi Keuangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







