BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau, mengusung program ‘Singgol Bapangkal’ dalam rangka mengintervensi prevalensi stunting atau gangguan pertumbuhan di wilayah setempat.
Kepala DP3AP2KB Lamandau Ahmat Alfiyan Aribowo mengatakan, Singgol Bapangkal merupakan akronim Sinergi Pengolahan Bahan Pangan Lokal untuk Penurunan Stunting di Kabupaten Lamandau.
“Singgol Bapangkal ini adalah inisiatif strategis bertujuan mengurangi prevalensi stunting di Lamandau melalui sinergi pengolahan sumber daya pangan lokal,” terang Alfiyan, Rabu, 11 Desember 2024.
Sinergi ini merupakan kolaborasi kegiatan lintas perangkat daerah di Lamandau, selain DP3AP2KB juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas ketahanan Pangan, TP PKK, Kecamatan maupun desa/kelurahan.
Alfiyan menjabarkan, dengan hadirnya Singgol Bapangkal maka Pemkab Lamandau memiliki tambahan inovasi sebagai solusi dalam upaya penurunan stunting, yang dapat diterapkan oleh lintas sektor dan dilaksanakan langsung ke desa.
Kemudian juga memberikan manfaat berupa terbukanya peluang bagi pelaku usaha mikro lokal bidang makanan dan bahan makanan skala desa untuk ikut terlibat dalam penyediaan bahan pangan lokal di Lamandau.
“Manfaat bagi masyarakat, yakni tersedia menu makanan dan variasi makanan bagi bumil dan balita yang bisa dimanfaatkan dari sekitar desa, untuk pemenuhan gizi dan pada akhirnya mampu menurunkan stunting,” jelasnya. (HENDI NURFALAH/j)
DP3AP2KB Lamandau Luncurkan Singgol Bapangkal Intervensi Prevalensi Stunting
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Prevalensi Stunting Tahun 2023 Di Sukamara Meningkat 7,3 persen
Program Prioritas DP3AP2KB Pulang Pisau 2025: Penanganan Stunting, Pemberdayaan Perempuan, dan Ketahanan Keluarga
Pemko Palangka Raya Targetkan Prevalensi Stunting Turun 12,39 Persen
Pemko Palangka Raya Anggarkan Rp26,8 Miliar Intervensi Stunting
Pemkab Kobar Perkuat Intervensi 1.400 Keluarga Berisiko Stunting
Linae Victoria Aden Ingatkan Langkah Intervensi Stunting
Komentar (0)
Memuat komentar…







