BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mencatat peningkatan signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak, setelah menerapkan transformasi digital dalam sistem pemungutannya.
Capaian tersebut diumumkan dalam acara 'Cerdas Pajak Award 2025 yang berlangsung di Batuah Ballroom Hotel Mercure, Pangkalan Bun, Rabu, 26 November 2025.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kobar, M. Nursyah Ihsan, menyampaikan bahwa realisasi pajak daerah hingga triwulan akhir 2025 mencapai Rp146,3 miliar, naik dari Rp117 miliar pada 2024.
Ia menjelaskan, kenaikan ini tidak terlepas dari optimalisasi layanan digital dan integrasi sistem, yang mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka.
“Sistem integrasi pemungutan pajak mendapat respon positif dari wajib pajak daerah. Mereka merasa lebih mudah, transparan, dan efisien dalam melakukan pembayaran,” ujarnya.
Pemkab Kobar juga menerima Pahari Award dari Bank Indonesia, menempati peringkat pertama di Kalimantan Tengah dan peringkat ke-13 dari 414 kabupaten di Indonesia, dalam inovasi digitalisasi pemungutan pajak.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan daerah, dalam memodernisasi sektor fiskal.
Acara Cerdas Pajak Award 2025 turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kobar, unsur Forkopimda, camat, lurah, kepala desa, serta para wajib pajak.
Pada kesempatan itu, Nursyah Ihsan menegaskan pentingnya membangun hubungan yang setara antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Hubungan antara pemerintah dan masyarakat adalah mitra, bukan kuasa dan yang dikuasai. Rasa memiliki terhadap pembangunan harus terus kita jaga, dan apresiasi kepada wajib pajak adalah bentuk penghormatan atas kontribusi mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemberian apresiasi dan insentif kepada wajib pajak patuh diharapkan menjadi teladan bagi yang lain.
Kriteria kepatuhan mencakup ketepatan pembayaran, pemanfaatan layanan digital, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Meski demikian, Nursyah Ihsan mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam memperkuat fiskal daerah. Namun ia optimistis hal tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antarsektor.
Pada penutup, Bapenda Kobar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat digitalisasi layanan, meningkatkan kenyamanan wajib pajak, dan mendorong pertumbuhan fiskal berkelanjutan sebagai langkah lanjutan dalam memperkuat PAD di masa mendatang. (DANANG/R)
Pendapatan Pajak Kobar Melonjak Berkat Digitalisasi
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kotim Genjot Pendapatan Daerah 2026 lewat Digitalisasi dan Sinergi Penagihan Tunggakan
Pendapatan APBN Kalteng Tembus 92 Persen, Ditopang Pajak dan Lonjakan Bea Keluar Sawit
Ada Potensi Hilangnya Pendapatan dan Ketidakpastian Hukum terkait Pajak Reklame Palangka Raya
Harga Cabai dan Emas Melonjak di Kobar, Ikan dan Kacang Tanah Turun
Harga Cabai Melonjak di Kobar, Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg
Aksi Maling Bertopeng Ninja Diungkap Polres Kobar Berkat Rekaman CCTV
Komentar (0)
Memuat komentar…







