BORNEONEWS, Palangka Raya – Semangat inklusivitas kembali digaungkan melalui ajang Lomba Tari Tradisional Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 yang menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung prestasi bagi anak-anak dari berbagai daerah.
Kegiatan yang mengangkat tema Berakar Pada Budaya, Bertumbuh Dalam Kreasi Penuh Semangat Huma Betang ini diikuti peserta dari berbagai kategori, seperti tunarungu, tunagrahita, autisme, hingga down syndrome dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun.
Ajang ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kemilau Mutiara Ananda dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai kebersamaan, toleransi, dan inklusivitas.
Salah satu peserta berasal dari SKHN 1 Pulang Pisau yang mengirimkan tiga siswa tunarungu. Persiapan dilakukan secara intensif selama dua minggu dengan pendampingan guru dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Persiapan sudah cukup bagus. Kami melihat langsung proses latihan mereka, dan perkembangan anak-anak ini sangat menggembirakan. Dengan durasi karya sekitar 5 sampai 7 menit, mereka sudah mulai percaya diri untuk tampil,” ujar Made Pujangga seperti dikutip borneonews pada Selasa, 14 April 2026.
Rencananya, kegiatan akan digelar pada 7 hingga 9 Mei 2026 di Aula Gedung Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya, dengan seluruh peserta juga mengikuti parade tari pada pembukaan menggunakan busana etnik khas Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/y)
Lomba Tari ABK 2026 Jadi Ruang Inklusif Ekspresi Anak Berkebutuhan Khusus
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Cat Biru di Jalan Kota Palangka Raya Diklaim Hadirkan Ruang Publik Inklusif
Pemko Palangka Raya Dorong Literasi Anak Lewat Lomba Bertutur 2026
Kanwil Ditjenpas Kalteng Hadirkan Ruang Laktasi dan Area Bermain Anak di Lingkungan Kantor
BPSDM Komdigi Tekankan Pentingnya Pendampingan Anak di Ruang Digital
Menkomdigi: 4K Perlu Dikenali Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
Cegah Radikalisme Anak di Ruang Digital, Keluarga Jadi Benteng Utama
Komentar (0)
Memuat komentar…







