BORNEONEWS, Palangka Raya – Lomba Tari Tradisional Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 menjadi wadah pelestarian budaya lokal melalui penampilan seni tari tradisional yang sarat makna.
Kegiatan ini mengusung tema Berakar Pada Budaya, Bertumbuh Dalam Kreasi Penuh Semangat Huma Betang, yang mendorong peserta menampilkan potensi terbaik dalam seni tari tradisional.
Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kemilau Mutiara Ananda dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini juga menghadirkan parade tari dengan busana etnik khas Kalimantan Tengah pada pembukaan.
Peserta berasal dari berbagai kategori anak berkebutuhan khusus, seperti tunarungu, tunagrahita, autisme, hingga down syndrome, yang menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga budaya daerah.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa setiap anak adalah bintang yang bersinar dengan cahayanya masing-masing. Melalui seni tari, mereka mengekspresikan diri sekaligus melestarikan budaya leluhur,” kata Pengawas sekolah, Made Pujangga seperti dikutip borneonews pada Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan ini juga diikuti sekitar 14 Sekolah Khusus Negeri di Kalimantan Tengah, termasuk SKHN 1 Pulang Pisau yang mengirimkan tiga peserta untuk ambil bagian dalam ajang tersebut. (HERMAWAN DP/y)
Lomba Tari ABK 2026 Dorong Pelestarian Budaya Lewat Generasi Muda
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemko Palangka Raya Dorong Literasi Anak Lewat Lomba Bertutur 2026
DPRD Palangka Raya Dorong Perda Kepramukaan Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
Kompetisi Kuliner Panginan Sukup Simpan Sebagai Ajang Edukasi Pelestarian Budaya
Temu OMK Dekenat Buntok Padukan Penguatan Iman dan Pelestarian Budaya
Dekranasda Pulang Pisau Gaungkan Pelestarian Benang Bintik Lewat Peragaan Busana Modern
Lomba Bertutur Tanamkan Literasi dan Cinta Budaya Sejak Dini
Komentar (0)
Memuat komentar…







