BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengelolaan tenaga pendidik, khususnya Guru Tidak Tetap (GTT), masih menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo saat bersilaturahmi ke SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok.
Reza menjelaskan adanya ketentuan pemerintah yang membatasi kemampuan Pemprov Kalteng dalam menggaji GTT.
“Terkait GTT, Pemprov tidak boleh menggajih. Kalau ketahuan ada sanksi yang diberikan,” kata Reza dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 23 September 2026.
Menurut Reza, kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tetap harus dipenuhi meskipun terdapat keterbatasan dalam penggajian GTT.
Kondisi tersebut membuat Reza berada dalam dilema ketika persoalan penggajian GTT diserahkan kepada sekolah.
“Ini yang membuat saya dilema, kalau diserahkan ke sekolah, apakah sekolah mampu menggaji?” ungkapnya.
Sementara untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT), seperti penjaga sekolah, security, operator dan lainnya, Reza menyebut tenaga tersebut bisa menggunakan skema outsourcing. (HERMAWAN DP/H)
Disdik Kalteng Akui Pengelolaan GTT Masih Jadi Tantangan
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla hingga El Nino Jadi Tantangan Pengendalian Inflasi Kalteng
Luas Geografis dan Gambut Tantangan Penanganan Karhutla Kalteng
Isenmulang Kalteng FC Bikin Java United Kesulitan, Fabio Akui Pertahanan Lawan Rapat
BKD Kalteng Harapkan Hasil ProASN Perkuat Pengelolaan ASN Berbasis Data
Pemprov Kalteng Kuatkan Verifikasi dan Pengawasan Pengelolaan Bantuan Daerah
Menhut Akui Penanganan Karhutla TN Sebangau Tidak Mudah, Kepala Api Jadi Sasaran
Komentar (0)
Memuat komentar…







