BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas pungutan liar (pungli) makin menjadi-jadi di jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Ini ditengarai sebagai akibat belum teratasinya kerusakan di jalan sepanjang 42 kilometer itu.
Anggota DPRD Kotawaringin Barat, Nasrudin menyatakan kondisi itu tak boleh dibiarkan. Ia meminta Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama ikut tak proaktif mengatasi problem di jalan tersebut.
"Ini (kerusakan) yang terparah. Tidak ada kepedulian sama sekali. Kita paham, pengerjaan jalan oleh pemerintah masih menunggu anggaran. Tapi bukan berarti harus berpangku tangan," kata Nasrudin, Senin (23/1/2017).
"Beberapa perusahaan swasta di Kolam sebenarnya bersedia saja membantu menimbun. Tapi pemerintah kecamatannya diam saja. Tidak ada komunikasi dan semacamnya," imbuhnya.
Nasrudin mencatat, terdapat 16 hingga 19 titik pungli yang kini beroperasi di sepanjang jalan tersebut. Mereka berada di jalur yang mengalami kerusakan parah.
Ia berharap, kondisi itu tak boleh dibiarkan. Politikus Partai Nasional Demokrat ini mengatakan, maraknya pungli bisa memicu konflik antara pengguna jalan dan pengelola portal pungli jasa titian perlintasan kendaraan.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua pos pungli di jalan tersebut diketahui terbakar. Diduga itu akibat perkelahian, antara pengguna jalan dengan salah seorang penguasa portal pungli. (RADEN ARIYO/B-10)
Pungli di Jalur Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama tak Boleh Dibiarkan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jangan Ada Pungli di Pelabuhan !
Penyidik Akan Datangkan Ahli Pidana dan Ahli Agraria sebagai Saksi Lurah Pungli
Nasib Lurah Pungli belum Jelas
Lurah Baamang Tengah Belum Jadi Tersangka Pungli, Polisi Masih Tunggu Tim Ahli Dari Perguruan Tinggi
Korpri Siapkan Bantuan Hukum untuk Lurah Baamang Tengah yang Terjerat Pungli
Disdukcapil Sukamara Sambut Gembira Sosialiasi Tim Saber Pungli
Komentar (0)
Memuat komentar…

