BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemadaman listrik bergilir, merupakan momok yang menakutkan bagi pengusaha warnet. Karena secara otomatis, komputer yang digunakan dalam usaha jasa tersebut tidak bisa digunakan.
Humai, salah satu pengusaha warnet di Kelurahan Baru menceritakan penurunan pendapatan yang dialaminya bila sering terjadi pemadaman listrik.
"Bila melihat jadwal pemadaman listrik yang baru dikeluarkan PLN, kita ambil contoh waktu pemadaman minimal 2 jam per sekali pemadaman listrik, maka terdapat penurunan pendapatan sekitar Rp700 ribu hingga Rp 1 juta. Hitungan tersebut untuk warnet dengan 8 sampai 12 komputer ," jelasnya.
Namun, lanjutnya, masih ada lagi yang lebih menakutkan lagi selain penurunan pendapatan.
"Bila listrik padam mendadak, yang palng ditakutkan adalah rusaknya sparepart komputer. Contohnya hardisk berkisar antara Rp600 ribu dan RAM Rp400 ribu. Itu adalah harga rata-rata menengah sparepart tersebut. Bayangkan bila ada dua atau lebih sparepart yang rusak. Pening kepala memikirkannya," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)
Pemadaman Listrik Bergilir, Momok Menakutkan bagi Pengusaha Warnet
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Muara Teweh Keluhkan Pemadaman Listrik
PLN Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik saat UNBK Berlangsung
Masyarakat Bisa Tagih Kompensasi Pemadaman Listrik ke PLN
Ini Beragam Penyebab Pemadaman Listrik yang Tidak Bisa Diantisipasi Dini
Pemadaman Listrik Warnai Acara Penyerahan Bantuan PKH Oleh Mensos
Air PDAM Macet, karena Imbas Pemadaman Listrik Bergilir
Komentar (0)
Memuat komentar…

