BORNEONEWS, Muara Teweh – Bayi pasangan Fredi dan Sali, warga Pendreh yang lahir di RSUD Muara Teweh pada Senin (22/5/2017), mengalami hidrosefalus. Yakni, kondisi dimana terjadi penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ kepala.
Pihak rumah sakit sebenarnya merujuk bayi tersebut ke RSUD Ulin Banjarmasin. Namun Fredi dan Sali tidak punya biaya sehingga memilih membawa bayi malang itu pulang ke rumah.
Fredi mengatakan bahwa, pada saat melahirkan sang istri tidak memiliki tanda-tanda yang aneh pada kandungannya. Namun pada saat melahirkan, sang istri sulit mengeluarkan bayinya dan terpaksa harus dioperasi.
“Hari ini rencananya bayi beserta ibunya akan dibawa pulang, karena kami tidak memiliki biaya untuk merujuk anak saya ke Banjarmasin, meski dokter telah menyarankan agar anak saya dirujuk untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif," kata Fredi kepada Borneonews di RSUD Muara Teweh, Jumat (26/5/2017). (RAMADHANI/B-8)
Pengobatan Bayi Hidrosefalus Terkendala Biaya
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Inilah Pengakuan Fredi Tidak Merujuk M Fadil karena Biaya Pengobatan Capai Rp50 Juta
Muhammad Fadil Dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya
Anak Bupati Barito Utara Ini Berikan Bantuan Anak Penderita Hidrosefalus
Bupati Kapuas Gratiskan Biaya Pengobatan Korban Keracunan
Aksi Balakar 545 untuk Membantu Masyarakat Terkendala Biaya Operasional
Orang Tua Balita Penderita Hidrosefalus Bayar Denda Rp2 Juta ke BPJS
Komentar (0)
Memuat komentar…

