BORNEONEWS, Sampit - Tak hanya Walidi yang mengeluhkan sistem zonasi tak diterapkan, hal sama juga diutarakan Monita. Meski rumahnya tidak jauh dari SDN 7 Baamang Tengah, tetap tak diterima hanya karena alasan sepele.
"Saat itu saya dan beberapa orang tua mau ambil formulir, namun ditolak alasan sekolah terlambat. Padahal waktu penyerahan formulir masih lama, alasan mereka kuota penuh, padahal info dari orang dalam yang daftar baru 25 anak saja," kata Monita, Sabtu (8/7/2017).
Meski begitu, sekolah tetap menolak. "Anehnya, sekolah diam-diam menerima calon anak didik lain di saat sebagian orang tua ditolak menyekolahkan anaknya di situ," katanya.
Sehingga ia menilai, sistem zonasi ini hanya seperti macan kertas saja. Padahal itu ketentuannya jelas, tapi sekolah nampak setengah hati menerapkannya. "Mana Dinas Pendidikan, seperti apa edaran dari mereka, ada tidak pengawasannya sampai terjadi seperti ini," ujarnya mempertanyakan.
Monita meminta Dinas teknis turun tangan, jangan sampai terkesan membiarkan masalah ini. "Kalau Dinas Pendidikan tutup mata juga dengan masalah ini, artinya sistem zonasi tidak ada gunanya karena tidak diterapkan juga," pungkasnya. (NACO/B-2)
Hanya Masalah Sepele, Sekolah Tolak Siswa yang Masuk dalam Zonasi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Beri Pemahaman Hukum, Jaksa Masuk Sekolah
Ombudsman Terima Pengaduan Pelayanan PPDB di SMPN 2 Palangka Raya yang Dinilai Tidak Transparan
Dinas Pendidikan Bakal Beri Sanksi ke SMPN 2 Palangka Raya
WOW!!! Total Sumbangan Siswa SMPN 2 Pangkalan Bun untuk Sekolah Hampir Mencapai Rp500 Juta
Siswa Sumbang Fisik Bangunan Sekolah, Kadisdik: Terlalu Berat!
Pelarangan Siswa Membangun Sekolah, Sebenarnya Melindungi Pelajar Miskin!
Komentar (0)
Memuat komentar…

